SBY Hadiri 10 Tahun Timor Leste  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan didampingi Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dalam upacara penyambutan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Dili, Timor Leste, Sabtu (19/5). ANTARA/Rumgapres-Abror.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan didampingi Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dalam upacara penyambutan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Dili, Timor Leste, Sabtu (19/5). ANTARA/Rumgapres-Abror.

    TEMPO.CO, Dili - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan kunjungan dua hari ke Timor Leste untuk menghadiri peringatan sepuluh tahun kemerdekaan Timor Leste. Berbarengan dengan itu, Presiden juga akan menyaksikan pelantikan Presiden Taur Matan Ruak, yang menggantikan Jose Ramos Horta.

    Setiba di Dili, ibu kota Timor Leste, kemarin, Presiden SBY langsung bertemu dengan Jose Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao. Presiden juga akan mengunjungi Taman Makam Pahlawan Timor Leste, Santa Cruz, dan Taman Makam Pahlawan Indonesia, Seroja.

    Sekitar sepuluh menit sebelum Presiden SBY tiba di Seroja, aparat menangkap dua warga Indonesia dan seorang aktivis LSM Yayasan HAK. Anggota intelijen Timor Leste kepada Tempo menjelaskan dua warga Indonesia yang ditangkap itu menyamar sebagai wartawan tanpa dilengkapi kartu pers. Keduanya diduga anggota Gerakan Aceh Merdeka yang akan mengambil dokumentasi kunjungan Presiden SBY di Dili.

    Di kantor pemerintah Timor Leste, Presiden SBY dan Xanana Gusmao membahas kerja sama bilateral, di antaranya menandatangani kerja sama untuk memperkuat perekonomian di perbatasan. Termasuk memperkuat hubungan kedua negara di bidang kebenaran dan persahabatan.

    Presiden SBY dan Xanana Gusmao juga meluncurkan operasionalisasi Pas Lintas Batas di perbatasan Napan (Indonesia) dan Bobometo (Timor Leste). “Saya berterima kasih atas undangan Bapak Xanana untuk menghadiri pelantikan presiden baru, Taur Matan Ruak, dan peringatan HUT Kemerdekaan Timor Leste, demi masa depan kedua negara ini,” kata Presiden SBY. Dalam kunjungan ini, Presiden juga akan menerima penghargaan "The Grand Collar of the Order of Timor Leste" dari pemerintah Timor Leste.

    Di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa, warga Timor Leste menggelar referendum pada 1999 untuk menentukan bergabung atau berpisah dengan Indonesia. Berbagai aksi kekerasan terjadi sebelum dan setelah referendum. Timor Leste memilih merdeka.

    JOSE SARITO AMARAL (DILI) | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.