Kontroversi Jamuan Kenegaraan Ratu Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth II. AP/Peter Morrison

    Ratu Elizabeth II. AP/Peter Morrison

    TEMPO.CO , London:Ratu Inggris Elizabeth II, Jumat, 18 Mei 2012, menggelar jamuan makan siang kenegaraan di Istana Windsor untuk memperingati ulang tahun kekuasaannya yang ke-60. Namun jamuan yang dihadiri sederet pemimpin negara sahabat tersebut menuai kontroversi di dalam negeri.

    “Ratu mempermalukan monarki dan merusak perayaan ulang tahun Intan dengan mengundang tiran berlumur darah dalam jamuan kehormatan,” kata Peter Tatchell, penggiat hak asasi manusia Inggris. Undangan kepada para tiran, menurut Tatchell, sangat mengejutkan. “Ratu kehilangan kontak dengan nilai kemanusiaan sebagian besar rakyat Inggris.”

    Raja Bahrain Hamad al-Khalifa dan Raja Swaziland Mswati III menduduki perangkat teratas tamu yang paling kontroversial. Bahrain kini tengah menjadi sorotan karena pelanggaran hak asasi manusia terhadap para aktivis Syiah. Adapun Raja Mswati III, yang menempati peringkat ke-15 raja terkaya di dunia, membiarkan 1,2 juta warganya kelaparan.

    Kontroversi lain datang dari Spanyol. Ratu Sofia membatalkan kehadirannya dalam jamuan makan tersebut. Sofia, yang mewakili suaminya, Raja Juan Carlos, memprotes rencana kunjungan putra bungsu Ratu, Pangeran Edward, dan istrinya, Sophie, ke Gibraltar pada 11-13 Juni mendatang. Kawasan itu menjadi sengketa kedua negara.

    “Sangat tidak pantas jika Ratu Sofia hadir dalam kondisi ini,” kata juru bicara rumah tangga Kerajaan Spanyol.

    BBC | ABC | EXPATICA | SITA PLANASARI AQUADINI

    DUNIA Lainnya
    Pangeran Charles Nunduk Saat Tonton Adegan Ranjang
    Bercinta dengan Tersangka, Polisi Singapura Dibui

    Montir Berbikini Cuci Mobil Mewah di Shanghai

    Bocoran Utusan Khusus: AS Siap Serang Iran

    Ini Muasal Kontroversi Tempat Lahir Obama

    Irshad Manji Ditolak Muslimah Malaysia

    Jenazah Keponakan JF Kennedy Segera Diotopsi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.