Jenazah Korban Kecelakaan Bus di Paris Tiba Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delapan petugas pemadam kebakaran ambulans dan beberapa dokter dan perawat menuju lokasi terjadinya kecelakaan. Leparisien.fr

    Delapan petugas pemadam kebakaran ambulans dan beberapa dokter dan perawat menuju lokasi terjadinya kecelakaan. Leparisien.fr

    TEMPO.COLoiret - Jenazah korban kecelakaan bus di Prancis yang menimpa peziarah asal Indonesia, Daria Hermawan, 48 tahun, dijadwalkan tiba di Indonesia pada pukul 17.20 WIB Kamis sore, 17 Mei 2012. Pemulangan jenazah akan menggunakan pesawat KLM 809 melalui Amsterdam pada hari Rabu malam, 16 Mei 2012 pukul 20.55 waktu setempat. "Pemulangan jenazah akan didampingi kakak almarhum, Nanne Hermawan," kata Kepala Bidang Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Paris Arifi Saiman kepada Tempo, Rabu, 16 Mei 2012.

    Bus peziarah dengan tujuan Lourdes, Prancis, berpenumpang 12 orang ini mengalami kecelakaan setelah pecah ban dan oleng di jalan tol kilometer 40, Loiret, arah barat Paris pada Kamis 10 Mei 2012 pekan lalu. Kecelakaan ini mengakibatkan satu orang tewas, tiga orang kritis, dan delapan orang luka ringan. Mereka dirawat di tiga rumah sakit, RS Orleans La Source, RS Montargis, dan RS Gien dengan pengiriman menggunakan helikopter mengingat lokasi kecelakan yang agak sulit.

    Duta Besar RI untuk Prancis, Rezlan Ishar Jenie, sempat mengunjungi para korban--empat peziarah yang menjalani perawatan medis, yaitu Gunawan Godwijaya, Lintong Simandjuntak, Sri Muliati, dan Rosalina Sutanti Gunawan di Rumah Sakit CHR Orleans La Source. Sebanyak lima peziarah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit CHR Montargis, yaitu Apang Sutisna, Agus Santoro Chandra Seputra, Oei Henni Irawati, Romo Agustinus Mandfred Habur, dan Nanne Hermawan. Adapun di Rumah Sakit CHR Gien, dua korban luka ringan dirawat, yaitu Siman dan Caecilia Mudjiati. Sisanya hanya menjalani rawat jalan.

    Kedutaan mendatangkan dua rohaniawan asal Indonesia yang sedang belajar di Paris, Romo Putranto dan Romo Sutam, untuk membantu pemulihan rohani dan mempercepat proses penyembuhan para korban. Dokter asal Indonesia, Nani, juga turut membantu merawat korban. Perhatian ini, kata Arifi, bisa memberikan andil yang berarti bagi proses pemulihan kondisi kesehatan para korban. "Agar korban merasa tidak sendirian pada saat menghadapi musibah di negeri asing," katanya.

    Korban kecelakaan juga segera diberangkatkan ke Indonesia secepatnya. Ritz Travel akan melakukan pengaturan lebih lanjut dan penyiapan semua dokumen. "Proses pemulangan mereka akan diupayakan menggunakan maskapai penerbangan yang sama seperti pada saat keberangkatan, yakni Emirates," katanya.

    EKO ARI WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.