Henry Kissinger Tak Lolos Pemindai Bandara AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Henry Kissinger. AP/Andy Wong

    Henry Kissinger. AP/Andy Wong

    TEMPO.CO , New York -  Bahkan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian pun tidak dijamin mendapat kekebalan dari pemeriksaan otoritas keamanan bandara AS, Transportation Security Administration (TSA). Henry Kissinger, mantan menteri ternama AS, "tersandung" juga di bandara.

    Menurut Washington Post, mantan menteri luar negeri yang membantu mengakhiri keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam ini harus melalui pemindaian penuh di bandara. Ia harus mengikuti prosedur yang berbelit ketika di saat yang sama harus mengejar penerbangan ke Toronto di Bandara LaGuardia, New York.

    Belum ada komentar resmi dari Kissinger, tetapi pria 88 tahun itu terlihat cukup "kerepotan" dengan pemeriksaan ini.

    Ketatnya pemeriksaan TSA banyak dikeluhkan pengguna jasa bandara. Juni tahun lalu, berita protes wanita yang ibunya berusia 95 tahun dan mengidap kanker diperiksa hingga ditelanjangi memenuhi hampir semua halaman muka surat kabar AS dan ramai dibincangkan di situs jejaring sosial. Mereka menyebut bandara AS keterlaluan dan "sakit jiwa".  

    Tahun 2010, pemerintah AS mengumumkan scanning sekujur badan dan pemeriksaan dengan perabaan untuk mendeteksi ancaman termasuk bahan peledak dari penumpang pesawat. Tujuannya adalah untuk mencegah serangan seperti pada Natal 2009 oleh Umar Farouk Abdulmutallab yang diduga menjahitkan rangkaian bom ke ke celana dalamnya dalam penerbangan dari Belanda ke Michigan.

    TSA memperkirakan bahwa hanya 3 persen dari penumpang dikenakan pemeriksaan perabaan. Namun kebijakan baru ini telah memicu keributan, baik di dalam maupun luar bandara, terutama oleh mereka yang merasa hak-hak mereka dan privasinya dilanggar.

    TRIP B | WASHINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.