Inggris Ogah Latah Soal Legalitas Perkawinan Gay

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO , London - Inggris tak akan mengikuti langkah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang mendukung pernikahan sejenis. Menurut Menteri Pertahanan Inggris, Philip Hammond, proposal untuk melegalkan pernikahan gay harus ditunda untuk membiarkan pemerintah fokus pada kebijakan "yang lebih penting".

    Pemerintah berkonsultasi pada rencana legalitas pernikahan sejenis sampai bulan depan untuk menyerahkan pandangan mereka. Perdana menteri secara terbuka telah memperlihatkan dukungan yang kuat, tetapi tidak termasuk dalam pidato Ratu pekan lalu.

    Hammond mengatakan kepada BBC, pembahasan legalitas pernikahan sejenis bukan prioritas nomor satu. "Jika Anda mengajak orang-orang mengobrol, maka mereka akan berbicara dengan Anda tentang pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, mereka akan berbicara dengan Anda tentang tingkat upah mereka dan ingin agar upah itu meningkat lagi," katanya, untuk menyebut prioritas yang lebih penting.

    Dia menambahkan tidak ada undang-undang dalam pidato Ratu (tentang pernikahan gay. "Konsultasi masih berlangsung dan kita harus melihat, mendengarkan apa yang dikatakan orang katakan dalam menanggapi hal itu," katanya.  

    Menurutnya, hal-hal seperti reformasi sistem pendidikan, mengubah sistem kesejahteraan - yang disebutnya seperti memulihkan sebuah kapal tanker super yang rusak - jauh lebih utama.

    Komentar Hammond datang setelah Tim Loughton, menteri anak-anak, menulis kepada konstituennya bahwa ia menentang pernikahan gay. "Pernikahan sebagai lembaga agama tidak bisa menjadi selain antara seorang pria dan seorang wanita. Saya tidak melihat mengapa kita perlu mengubah hukum, terutama saat ini ketika ada begitu banyak hal penting lainnya yang harus ditangani pemerintah," tulisnya.

    TRIP B | BBC



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?