Kecelakaan Sukhoi Guncang Penerbangan Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com

    Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com

    TEMPO.CO, Moskow - Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Indonesia rupanya mengguncang industri penerbangan di Rusia. Sebab Superjet 100 sebagai pesawat berpenumpang yang didesain dan dibuat oleh perusahaan-perusahaan penerbangan Rusia ini baru saja melakukan penerbangan perdananya pada April 2011.

    Selama ini, pesawat Rusia sebagian besar dirancang sebelum runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Lalu, sebagai bukti kebangkitan pasca-runtuhnya Soviet, Rusia mulai tertarik lagi mengembangkan industri penerbangannya.

    Para pengamat memang mengkritik pesawat Superjet di beberapa titik, namun tak ada keraguan terkait dengan faktor keselamatan dan kinerjanya. Yang disoroti adalah Superjet membutuhkan lapangan udara yang layak karena di Rusia hanya ada sedikit lapangan udara dan jaraknya yang berjauhan. Kecelakaan yang terjadi di Indonesia selama tur promosi Superjet di Asia tentu akan menjadi pukulan psikologis besar pada industri penerbangan Rusia.

    Para profesional dalam industri ini memang belum menggunakan kecelakaan di Indonesia untuk menarik kesimpulan tentang pesawat secara keseluruhan. Mereka menilai masih terlalu sedikit informasi yang diketahui tentang apa yang sebenarnya terjadi.

    Beberapa pihak ada yang meragukan kompetensi para kru. Meskipun pesawat ini dikemudikan pilot profesional dan berpengalaman.

    Magomed Tolboev, salah satu test pilot terkenal di Rusia, mengatakan kepada media di sana bahwa kecelakaan mungkin saja terjadi terkait dengan masalah persiapan penerbangan. Penerbangan dilakukan di medan pegunungan yang cukup sulit.

    Namun mantan test pilot, Mikhail Makarov, mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa persiapan yang kurang menjadi penyebab kecelakaan.

    "Anda bisa saja menemukan penyimpangan dalam hal apa pun," kata Makarov. "Dan tak ada satu pun orang yang mampu mempertimbangkan semua kemungkinan, terutama jika cuaca yang tak menentu dan Anda terbang di atas daerah pegunungan."

    Pengamat juga membandingkan jatuhnya Sukhoi Superjet di Indonesia dengan kasus serupa terhadap tim akrobatik Russian Knights. Pada 1995, tiga jet tempur dari unit itu kembali dari pertunjukan udara di Malaysia. Mereka rencananya singgah di pangkalan militer Rusia di Vietnam. Namun pesawat itu menabrak pegunungan.

    Saat itu penyelidik mengatakan kecelakaan terjadi karena persiapan penerbangan yang buruk.

    BBC | MUNAWWAROH

    Berita terkait:
    Lokasi Bangkai Sukhoi Beda dengan Titik Koordinat

    RS Polri Siapkan Tenda Otopsi Korban Sukhoi

    Kartika Airlines Tunda Pembelian 30 Sukhoi

    SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

    Tak Kuat Meliput Evakuasi, Wartawan Pingsan

    Tim SAR Kesulitan Tembus Lokasi Serpihan Sukhoi
    Kartika Airlines Diminta Tunda Beli 30 Sukhoi

    Pagi Ini SBY Temui Keluarga Korban Sukhoi

    Polri Senang Rusia Ikut Identifikasi Korban Sukhoi

    FK UI Dilibatkan Identifikasi Korban Sukhoi

    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi

    Pilot Sukhoi Pernah Jadi Astronot Penguji Termuda

    Tim Sukhoi Rusia Dipimpin Mikhael Pogosyan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.