Obama Ancam Memveto RUU Soal Belanja Pertahanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

    Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Kamis, 10 Mei akan memveto sebuah RUU dari Republiken yang akan mengganti pemotongan anggaran yang otomatis dan melindungi belanja militer dari naiknya harga pangan dan program sosial lainnya.

    Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih menyatakan bahwa proposal pemotongan oleh Republiken akan "menambah ongkos dan melukai kelas menengah serta melemahkan warga Amerika, terutama para warga tua, veteran dan anak-anak". 

    "Ketentuan-ketentuan RUU tidak seimbang, gagal diuji dalam hal keadilan dan tanggung jawab bersama," demikian kata Gedung Putih. Ancaman veto meningkat terhadap salah satu dari beberapa perang belanja baru yang telah gagal dalam musim semi ini di Washington.

    Pemotongan otomatis, sekitar US $ 1,2 triliun selama 10 tahun, telah ditetapkan menjelang kesepakatan batas utang pada musim panas lalu setelah panel Kongres gagal menentukan langkah-langkah pengurangan defisit lebih lanjut. Kecuali Kongres mengambil aksi menghentikan mereka, pemotongan lintas panel dijadwalkan terjadi pada Januari nanti. 

    "Ancaman pemotongan-pemotongan yang merusak di bawah Undang-undang Pengawasan Anggaran dimaksudkan untuk menjadi sebuah mekanisme untuk memaksa tindakan oleh Kongres terhadap pengurangan defisit anggaran," demikian pernyataan Gedung Putih.

    REUTERS | DWI A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.