Usai Kunjungan Obama, Kabul Dihantam Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Afganistan berjaga di sekitar lokasi protes pembakaran Alquran, di Kabul (22/2). REUTERS/Ahmad Masood

    Polisi Afganistan berjaga di sekitar lokasi protes pembakaran Alquran, di Kabul (22/2). REUTERS/Ahmad Masood

    TEMPO.CO, Kabul - Sedikitnya enam orang tewas akibat serangkaian ledakan besar di ibu kota Afganistan, Kabul, menyusul kunjungan mendadak Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

    Sediq Sediqi, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan, mengatakan ledakan pertama bersumber dari sebuah bom mobil, Rabu, 2 Mei 2012 pagi waktu setempat, di dekat jalan Jalalabad, jalur utama menuju kota.

    "Akibat ledakan tersebut, empat orang yang ada dalam mobil, seorang pejalan kaki, dan seorang petugas keamanan gedung di dekat sumber ledakan tewas," ujar Sediqi.

    Polisi mengatakan Taliban Afganistan mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil yang sesungguhnya dialamatkan ke kompleks perumahan yang dihuni orang-orang Barat di kota tersebut. Tempat kejadian perkara selama ini dikenal sebagai Green Village yang juga menjadi pangkalan militer pasukan asing di Afganistan.

    "Seorang mujahid kami meledakkan mobilnya di depan pangkalan militer," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada kantor berita Reuters melalui telepon.

    "Serangan itu sebagai sebuah pesan kepada Obama bahwa dia dan pasukannya tak pernah diterima di Afganistan. Kami akan melanjutkan perlawanan hingga seluruh kaum penjajah mati atau meninggalkan negeri kami," papar Mujahid kepada kantor berita AFP.

    Koresponden Al Jazeera, Bernanrd Smith, melaporkan dari Kabul, "Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan ke Green Village terkait dengan kujungan Presiden Amerika Serikat."

    Smith tambahkan, ledakan bom itu berlangsung pada pukul 6.00-6.30 pagi waktu setempat. "Kawasan yang dikenal sebagai Green Village itu sepertinya sudah menjadi target serangan. Green Village juga menjadi markas para pekerja asing."

    Dalam serangan itu, jelas Smith, dua orang pelaku bunuh diri mencoba memasuki Green Village dengan cara meledakkan bom. "Kami katakan bahwa enam orang meninggal, termasuk beberapa anak kecil dan 16 lainnya cedera."

    Beberapa saksi mata mengatakan, mereka mendengar sedikitnya tiga ledakan bom. Sedangkan seorang petugas keamanan menerangkan, suara ledakan itu disusul rentetan tembakan senjata api. Menurut Smith, suara ledakan terdengar hingga pukul 8.00 pagi waktu setempat. Obama meninggalkan Kabul beberapa jam sebelum serangan terjadi untuk menandatangani kemufakatan strategi bersama Presiden Afganistan Hamid Karzai.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.