Panglima Armada Pasifik AS: Hapus Pembatasan Kerjasama Militer dengan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Armada Pasifik Amerika Serikat, Laksamana Dennis Blair, meminta Kongres agar pembatasan kerjasama militer dengan Indonesia dihapus. Permintaan itu disampaikan Blair kepada dua subkomite Kongres yang menangani masalah kawasan Pasifik, Asia, dan Timur Tengah, Rabu (27/2). Blair mengungkapkan bahwa langkah penghapusan pembatasan kerjasama militer dengan Indonesia akan menjadi salah satu langkah Washington untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat dan menghadapi ancaman terorisme. Langkah lain yang juga ia minta kepada Kongres adalah meminta tambahan 5.000 lebih ahli menangani teroris. "Kita tidak bisa memberi perlindungan yang cukup kepada warga dan angkatan bersenjata kita dengan hanya bersikap defensif," katanya seperti dikutip AFP. Ia mengatakan bahwa operasi setelah 11 September di Afganistan dan Filipina mengakibatkan kekurangan personel. "Lebih dari 5.000 orang tambahan dibutuhkan untuk menangani mulai dari perlindungan militer, antiterorisme, dan misi kontra terorisme," katanya. Kerjasama militer Amerika Serikat dengan Indonesia memburuk setelah Washington menuduh Jakarta banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia pada 1990-an. (AFP/Nur Khoiri)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.