Amerika Serikat Tarik Marinirnya dari Okinawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Marinir Amerika Serikat di Afghanistan. AP Photo/Abdul Khaliq Kandahari

    Tentara Marinir Amerika Serikat di Afghanistan. AP Photo/Abdul Khaliq Kandahari

    TEMPO.CO, Washington - Amerika Serikat dan Jepang mencapai kata sepakat atas penarikan ribuan pasukan marinir dari kepulauan Okinawa. Seluruh marinir ini akan ditempatkan di Guam, Hawaii, dan tempat lainnya di kawasan Asia Pasifik.

    Selanjutnya, 9.000 marinir itu akan dikirim ke "lokasi di luar Jepang". Demikian bunyi pernyataan pers bersama yang dikeluarkan oleh Washington dan Tokyo. "Sekitar 10 ribu pasukan akan tetap dipertahankan."

    Kesepakatan itu dicapai saat Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda akan berkunjung ke Washington pekan depan untuk membahas kerja sama pertahanan kedua negara.

    Namun isi kesepakatan tersebut tak menyinggung masalah penutupan Pangkalan Angkatan Udara Futenma di Okinawa. Jepang, yang hingga saat ini tak sanggup mencari lokasi pengganti pangkalan Futenma sesuai dengan kesepakatan yang diteken pada 2006 sebelum penarikan pasukan Amerika Serikat.

    Dalam jumpa pers bersama itu dinyataan pula bahwa mereka akan merelokasi pasukan yang ada di Futenma untuk ditempatkan di Kamp Schwab, kawasan sebelah utara Naha. Menurut koresponden BBC di Tokyo, Roland Buerk, pengumuman tersebut sengaja disampaikan ke media sebelum kunjungan Noda ke Washington pekan depan.

    Keberadaan pasukan Amerika Serikat di kepulauan Okinawa sudah lama menjadi masalah kontroversial di dalam negeri. Warga lokal di Okinawa mengatakan keberadaan Futenma sebagai pangkalan militer yang dekat dengan kota sangat berbahaya dan bising. Warga ingin agar pangkalan tersebut dipindahkan ke pulau lain.

    Selain membahayakan, di kawasan ini kerap terjadi tindak kriminal yang diperbuat oleh personel militer Amerika Serikat, termasuk kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga anggota militer Amerika Serikat terhadap seorang gadis berusia 12 tahun.

    Buerk mengatakan penempatan pasukan Amerika Serikat di Jepang dibutuhkan oleh kedua negara untuk penyeimbang kekuatan militer di Asia, terutama sejak meningkatnya kekuatan militer Cina.

    Bekas Perdana Menteri Yukio Hatoyama berjanji akan melanjutkan upaya penghapusan pangkalan militer di kepulauan, namun dia mengundurkan diri pada 2010 lalu ketika dia gagal mendapatkan kesepakatan untuk memindahkannya ke lokasi lain. Hingga saat ini belum jelas lokasi baru untuk memindahkan pasukan dari Futenma.

    Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengatakan Amerika akan bekerja sama dengan Pasukan Bela Diri Jepang untuk "mewujudkan keputusan ini".

    "Jepang tak berniat memutuskan hubungan persahabatan karena sebagai kawan dekat," katanya. "Dan, ke depan, kami akan menjalin hubungan yang lebih kuat karena kami memiliki tantangan keamanan di kawasan." Pasukan Amerika Serikat secara keseluruhan berjumlah 50 ribu personel.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.