Anak-anak Gaza Bakal Diajari Bahasa Ibrani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak Palestina bermain dengan senjata mainan di samping puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel Januari lalu, pada hari pertama Idul Fitri di kamp pengungsi Jabaliya, utara Jalur Gaza, Minggu (20/9). (AP Photo / Khalil Hamra)

    Anak-anak Palestina bermain dengan senjata mainan di samping puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel Januari lalu, pada hari pertama Idul Fitri di kamp pengungsi Jabaliya, utara Jalur Gaza, Minggu (20/9). (AP Photo / Khalil Hamra)

    TEMPO.CO , Jalur Gaza - Seorang pejabat senior Hamas di Gaza mengatakan pada hari Senin bahwa penguasa militan di wilayah itu berniat mulai mengajarkan bahasa Ibrani untuk siswa SMA mulai tahun depan. Ziad Thabet, Wakil Menteri Pendidikan Hamas, mengatakan pemerintah mulai melatih para guru.

    "Siswa harus diperkenalkan dengan sebanyak mungkin bahasa," katanya. Selama ini, bahasa Ibrani, bahasa utama yang digunakan oleh Israel, hanya ditawarkan sebagai kursus tambahan di universitas.

    Thabet mengatakan pemerintah Gaza masih perlu  menimbang keputusan tersebut, tapi kemungkinan besar disetujui.

    Banyak warga Palestina melihat bahasa Ibrani sebagai bahasa musuh. Namun Ibrani digunakan secara luas di Gaza, terutama oleh mereka yang bekerja di Israel sampai satu dekade lalu ketika Israel mulai melarang buruh memasuki negara itu di tengah meningkatnya kekerasan di wilayah yang kini diblokade itu.

    Bulan lalu, pesawat tempur Israel meluncurkan dua serangan udara baru di Jalur Gaza pada dini hari. Pesawat tempur Israel menembakkan rudal di wilayah timur yang sepi di Zaitun di pinggiran Kota Gaza dan satu lagi di lapangan terbuka di sebelah timur Khan Younis, selatan Jalur Gaza, yang masih terkepung.

    TRIP B | HAARETZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.