Kereta Meledak di Iran, 200-an Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Teheran: Rangkaian gerbong kereta barang menggelinding saat diparkir di sebuah stasiun dekat kota Neyshabur, Iran bagian timur laut, kemarin pagi. Kereta yang sarat muatan belerang, minyak, dan kapas itu bergerak tanpa kendali dan keluar dari rel. Percikan api dan ledakan kecil mengundang petugas pemadam kebakaran serta penduduk lokal ke tempat kejadian. Tapi, di tengah upaya memadamkan api, ledakan besar terjadi.Kepala Unit Darurat Khorassan Vahid Barakchi mengatakan kepada kantor berita IRNA bahwa jumlah korban tewas lebih dari 200 orang. "Ledakan terjadi saat petugas pemadam kebakaran dan regu penyelamat berusaha memadamkan api," kata Barakchi. Sementara itu, Wakil Gubernur Jenderal Provinsi Khorassan Mohammad Maghdori menyebut 182 orang tewas dan 350 luka-luka.Para pejabat lokal menjelaskan, rangkaian 51 gerbong itu sedang diparkir di Stasiun Abu Muslim. Kereta bergerak sendiri sekitar pukul 4 pagi, diduga akibat guncangan gempa kecil. Setelah meluncur tanpa mesin dan tanpa kendali, kereta akhirnya keluar dari rel, lalu memercikkan api dan ledakan-ledakan kecil, sehingga petugas pemadam kebakaran dan penduduk lokal berdatangan.Menurut Maghdori, ledakan terjadi setelah 90 persen api sudah berhasil dipadamkan. Ketika ledakan besar terjadi sekitar pukul 9.37 waktu setempat (13.07 WIB), unit seismologi Universitas Teheran merekam guncangan berkekuatan 3,6 pada skala Richter di area yang sama. Namun, diduga pula seismograf membaca guncangan dari kekuatan ledakan.Hossein Zaresefat, Wakil Gubernur Khorassan Urusan Keamanan mengatakan, sedikitnya dua pejabat lokal termasuk yang tewas. Mereka adalah Gubernur Mojtaba Farahmand (otoritas politik tertinggi di Neyshabur) dan kepala badan kelistrikan Morteza Farian. Kantor berita IRNA, yang kehilangan kontak dengan salah satu korespondennya, melaporkan bahwa kepala departemen pemadam kebakaran juga tewas.Ledakan besar itu terjadi di Stasiun Khayyam, di area pertanian subur dekat Neyshabur, sekitar 650 kilometer sebelah timur Teheran. Nama stasiun ini diambil dari nama seorang pujangga Persia terkenal Omar Khayyam (1048-1122) yang makamnya dekat stasiun itu. Ledakan terdengar di ibu kota Provinsi Mashhad, yang berjarak 75 kilometer, dekat perbatasan dengan Turkmenistan dan Afganistan.Mengutip pejabat lokal, IRNA melaporkan, kebanyakan korban ada di lima desa sekitar tempat kejadian, yang rusak parah. Televisi Iran menayangkan gerbong-gerbong yang terjungkir dan hangus dengan kobaran api di luar jalur kereta, mengarah ke stasiun dan rumah-rumah penduduk.Puluhan orang, sebagian mengenakan masker untuk melindungi diri dari panas dan asap, tampak berusaha mematikan api. Dehnov, Hasemabad, dan Abdoalabad adalah desa-desa yang paling parah mengalami kerusakan.Neyshabur berpenduduk 170 ribu jiwa dan merupakan pusat pertanian kapas, buah- buahan dan padi. Kota ini juga dikenal dengan industri karpet, kulit, dan tembikar. AFP/AP/Yanto Mustafa - Koran Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.