Insiden Pistol Ipar Pangeran William di Paris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipa Middleton dan seorang pria yang mengacungkan senjata api di Paris.

    Pipa Middleton dan seorang pria yang mengacungkan senjata api di Paris.

    TEMPO.CO , London - Ipar Pangeran William, pewaris tahta kedua Kerajaan Inggris, jadi pusat pemberitaan pers negara itu pada awal pekan ini. Pippa Middleton menjadi pusat kontroversi ketika ia difoto dengan seorang pria yang mengacungkan pistol di jalanan Kota Paris.

    Pippa sebelumnya mengikuti pesta gila-gilaan bergaya abad pertengahan di kota mode itu. Pipa yang mengenakan gaun warna ungu kemerahan tampak menikmati pesta yang disebut-sebut setengah cabul itu dengan atraksi penari yang mengoperasikan gergaji besi di selangkangannya.

    Kini ia segera akan ditanyai polisi setelah temannya menunjuk senjata pada seorang fotografer yang mengikuti mereka. Tidak jelas apakah pistol itu betulan atau mainan, tetapi pihak berwenang Prancis sedang menyelidiki insiden tersebut.

    Di Prancis, kepemilikan senjata api tanpa izin adalah ilegal.  Adik calon Ratu Inggris di masa depan ini kemungkinan akan dijadikan saksi karena dia duduk di samping pria yang mengacungkan pistol. Jika terbukti bersalah, pelakunya terancam hukuman tujuh tahun penjara.

    Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Pippa, 28 tahun, menjadi tamu kehormatan di pesta bertema abad ke-18. Ia diundang bangsawan Prancis dan desainer Vicomte Arthur de Soultrait.

    Pesta itu diselenggarakan di salah satu tempat hiburan malam Paris. Para tamu sosialita disambut oleh tiga kurcaci yang duduk-duduk di sofa menghibur mereka.

    Seorang penari dengan pakaian sangat seksi keluar dari kue ulang tahun raksasa sebelum berkumandang lagu remix God Save The Queen. Pippa tersenyum, dalam gaun berkorset merah, dan berpose di sisi singgasana yang diduduki Vicomte.

    TRIP B | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.