Tim PBB Pantau Gencatan Senjata di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gencatan Senjata di Suriah Terancam

    Gencatan Senjata di Suriah Terancam

    TEMPO.CO, Damaskus - Tim pemantau awal PBB tiba di Suriah untuk memonitor pergolakan senjata di negeri itu sekaligus mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung lebih dari setahun.

    Juru bicara misi perdamaian PBB, Kieran Dwyer, mengatakan enam pengamat telah mendarat di ibu kota Damaskus dan akan mulai bekerja pada Senin, 16 April 2012 ini.

    Mereka bertolak dari New York setelah Dewan Keamanan PBB meloloskan satu resolusi pada Sabtu, 14 April 2012 yang berisi soal kewenangan lembaga internasional itu untuk masuk ke negeri pimpinan Bashar al-Assad.

    Sebelum kedatangan mereka, masih terdengar bom berdentum menghantam Kota Homs. Serangan tersebut dikhawatirkan dapat merusak kesepakatan gencatan senjata yang diteken oleh pemerintah dan oposisi.

    Enam dari 30 anggota misi pengamatan PBB akan bekerja keras melaksanakan tugas yang diemban. Sebelumnya Kofi Annan selaku utusan khusus PBB dan Liga Arab sudah berupaya mendamaikan kelompok yang bertikai. Namun, tetap saja adu senjata terjadi di sana sehingga lebih dari 200 nyawa melayang.

    "Tim pemantau lain diharapkan segera tiba di Suriah dalam beberapa hari ini," kata Dwyer kepada kantor berita AFP.

    Kantor berita Suriah, Sanaa, melaporkan negara menyambut baik kehadiran pemantau PBB dan mengharapkan bahwa tim bersedia menyaksikan "kejahatan kelompok-kelompok teroris bersenjata".

    Sebelumnya, ketika berbicara di Jenewa, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menunjukkan keprihatinannya setelah selama berjam-jam masih terdengar suara tembakan senjata berat di Homs yang melibatkan kedua belah pihak meskipun gencata senjata telah diberlakukan.

    Para aktivis mengatakan, sedikitnya tiga orang tewas akibat adu tembak tersebut saat gencatan senjata diberlakukan pada Kamis, 12 April 2012. Kelompok hak asasi manusia Suriah mengatakan suara tembakan itu terdengar rata-rata per satu menit.

    "Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, kami menyambut baik kesepakatan gencatan senjata kedua belah pihak. Namun kenyataannya, dunia masih menyaksikan kekerasan di sana terus berlanjut," ujar Ban.

    "Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi di sana dan kin, ketika pemerintah Suriah menembaki Kota Homs dan kita akan melihat korban bergelimpangan," katanya.

    Pemerintah Suriah mengatakan, para pemberontak "mengintensifkan" serangan mereka sejak gencatan senjata dimulai. Oleh sebab itu, jelas seorang sumber militer di televisi, pasukan keamanan "akan mencegah kelompok teroris melanjutkan serangan kejahatan mereka."

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.