Bom Bunuh Diri di Afganistan, 10 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian Afganistan terlibat bentrok dengan para demonstran di Kabul, Afganistan, Jumat (24/2). REUTERS/Ahmad Masood

    Anggota kepolisian Afganistan terlibat bentrok dengan para demonstran di Kabul, Afganistan, Jumat (24/2). REUTERS/Ahmad Masood

    TEMPO.CO , Kabul - Sebuah bom bunuh diri meledak di sebelah utara Afganistan dan menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan 20 lainnya cedera.

    Sejumlah sumber mengatakan kepada BBC, pelaku serangan bom bunuh diri sengaja menyasar sebuah pertemuan para pejabat, termasuk warga asing di Maymana, ibu kota Provinsi Faryab.

    Selain menewaskan 10 orang, bom laknat itu juga melukai 20 orang lainnya. Salah seorang dalam keadaan kritis. Hampir semua pasukan asing yang bermarkas di Faryab adalah pasukan dari Norwegia. Namun, menurut juru bicara angkatan bersenjata Afganistan kepada AFP, tak satupun pasukan berada di tempat ketika kejadian.

    Serangan di sebelah utara Afganistan lebih kerap terjadi dibandingkan dengan di selatan atau timur. Pasukan NATO, ISAF, mengatakan akibat ledakan bom, Rabu, 4 April 2012 itu, dua anggota mereka tewas.

    Wartawan BBC, Bilal Sarwary, yang berada di Kabul melaporkan seorang pelaku bom bunuh diri menggunakan sepeda motor mendekat ke arena pertemuan tak jauh dari pasar sayur-mayur. Pelaku mengemas bom dengan tas belanja sebagaimana dilakukan warga Afganistan dan pasukan keamanan Barat.

    Seorang bekas anggota parlemen, Haji Ahmad Khan, mengatakan kepada BBC, “Ada pesta besar di Maymana. Pelaku bom bunuh diri masuk ke dalam pertemuan dan menyerang. Selanjutnya, ada darah berceceran di mana-mana. Ada bagian tubuh korban terlepas.”

    Pejabat senior kepolisian menambahkan, “Hampir semua yang tewas dan cedera adalah penjaga toko.”

    Juru bicara komandan regional Afganistan mengatakan dua perempuan dan dua anak menjadi korban serangan. Empat polisi dilaporkan juga tewas. Taliban serta-merta mengutuk serangan itu.

    Di Afganistan, ada sekitar 13 ribu tentara NATO bertempur melawan Taliban. Dari jumlah tersebut, Norwegia menyumbangkan 400 tentara dan kehilangan 10 serdadunya sejak NATO menginvasi pada 2001.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.