Hadiri KTT ASEAN, Wapres ke Kamboja Pagi Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Wapres Boediono (kanan) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (29/3). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Wapres Boediono (kanan) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (29/3). ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Senin pagi pukul 09.00 WIB bertolak menuju Phnom Phen, Kamboja, untuk menghadiri KTT ASEAN ke-20. KTT ASEAN ke-20 di Kamboja berlangsung mulai 3 hingga 4 April 2012.

    Sejumlah isu akan dibicarakan dalam pertemuan kepala negara dan kepala pemerintahan negara kawasan Asia Tenggara, antara lain peningkatan kerja sama, progres pencapaian ASEAN Community, dan sejumlah isu lainnya.

    Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskan Wakil Presiden Boediono untuk menghadiri KTT ASEAN yang akan berlangsung di Kamboja. Juru bicara Presiden bidang hubungan internasional Teuku Faizasyah mengatakan Presiden Yudhoyono memutuskan tetap tinggal di Jakarta untuk mengikuti proses konsultasi dengan DPR mengenai APBN-P.

    "Presiden RI memutuskan untuk tetap tinggal di Jakarta karena proses konsultasi dengan DPR mengenai APBN-P dan proses lanjutannya masih berlangsung," kata Faizasyah.

    Ia menambahkan,"Wakil Presiden akan mewakili Presiden dalam KTT ASEAN di Phnom Penh dan informasi awal mengenai hal ini sudah dikomunikasikan Dubes RI di Phnom Phen kepada pemerintah Kamboja."

    Informasi serupa juga disampaikan juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha bahwa Presiden membatalkan kunjungan ke KTT ASEAN di Kamboja.

    "Dengan kondisi politik saat ini, Presiden memutuskan tetap di Indonesia, dekat dengan rakyat, terutama ketika ada kondisi khusus dan Wapres yang akan mewakili," kata Julian.

    WDA | BS | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.