AS Setujui Perlonggar Kontrol Atas Tahanan Taliban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahanan Taliban di penjara AS

    Tahanan Taliban di penjara AS

    TEMPO.CO, Washington - Pemerintahan Amerika Serikat telah mengisyaratkan kesediaan mereka untuk menerima syarat memperlonggar kontrol pada mantan pemimpin Taliban yang mereka tahan. Selain itu, lima tahanan di Teluk Guantanamo itu juga akan segera ditransfer ke Qatar sebagai bagian dari kesepakatan antara AS dan militan Afghanistan untuk memulai pembicaraan damai Afghanistan.

    Dalam negosiasi yang diwakili oleh Departemen Pertahanan, disepakati transfer ke Qatar akan dilakukan jika pemerintah negeri itu menjamin mereka tidak akan diizinkan meninggalkan negeri itu. AS juga telah mengisyaratkan bahwa mereka bersedia untuk melupakan pembatasan ketat yang awalnya didiskusikan dengan Qatar, seperti hukuman penjara, tahanan rumah, atau pemantauan berkelanjutan oleh aparat keamanan.

    "Tujuannya adalah agar para tahanan untuk tidak memiliki pilihan untuk kembali melawan," kata seorang pejabat AS.

    Sebelumnya, Taliban menolak gagasan bahwa tahanan yang dipindahkan dari Guantanamo ke Qatar harus tunduk pada persyaratan yang membatasi mereka. Hal ini menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi sementara antara Washington dan Qatar serta mengulur-ulur diskusi perdamaian yang lebih luas antara perunding AS dan Taliban.

    "Prospek para tahanan kembali ke pertarungan menjadi perhatian sangat kuat kami," kata pejabat itu.

    Diharapkan pembicaraan damai antara pemerintah yang didukung AS dengan Taliban muncul sebagai bagian penting dari strategi Presiden Barack Obama untuk menstabilkan negara itu. Sebagian besar pasukan asing dijadwalkan keluar dari negara itu pada akhir 2014.

    George Little, juru bicara Pentagon, menolak memberikan komentar mengenai hal ini.

    TRIP B | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.