Aljazair Tolak Jenazah Pelaku Penembakan Toulouse

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FOTO Mohamed Merah tersangka penambakan di Perancis yang di ambil dari video TV nasional. FOTO ANTARA/REUTERS/France 2 Television/Handout/djo/12

    FOTO Mohamed Merah tersangka penambakan di Perancis yang di ambil dari video TV nasional. FOTO ANTARA/REUTERS/France 2 Television/Handout/djo/12

    TEMPO.CO , Toulouse - Jenazah Mohamed Merah, pelaku penembakan di Prancis yang menewaskan tujuh orang, dimakamkan di kota itu, Kamis. Sebelumnya, pemerintah Aljazair menolak pemulangan jenazah pria Prancis berdarah Aljazair ini.

    Merah sedianya  dikebumikan di sebuah desa di negara Afrika Utara itu atas permintaan ayahnya yang tinggal di sana. Tapi, kata Abdallah Zekri, penasihat di Masjid Agung Paris, usulan ini ditolak karena alasan keamanan.

    Seorang saksi Reuters mengatakan jenazah Merah, yang membunuh tiga tentara, tiga anak-anak Yahudi, dan seorang rabi Prancis dikuburkan sekitar pukul 07.00 di sebuah pemakaman di pinggiran Toulouse.

    Walikota Toulouse, Pierre Cohen, sebelumnya meminta untuk menunda penguburan sehingga pemerintah Perancis bisa mempertimbangkan untuk memindahkan lokasinya di tempat lain. "Rasanya lebih baik bagi  kita untuk menemukan lokasi lain penguburan," kata Cohen pada wartawan di Toulouse.

    Tayangan televisi menunjukkan mobil jenazah Merah tiba di pemakaman di mana dia dimakamkan di bagian yang disediakan untuk umat Islam. Sekitar dua puluh pelayat, kebanyakan dari mereka berusia muda, menghadiri pemakaman, disertai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

    Nicole Yardeni, pimpinan organisasi Yahudi CRIF, mengatakan ia berharap pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memastikan tempat peristirahatan Merah itu tidak dijadikan situs ziarah.

    Kandidat presiden dari sayap kanan, Marine Le Pen,  menuduh Presiden Nicolas Sarkozy tunduk pada tuntutan Aljazair. "Mohamed Merah telah menumpahkan darah di tanah kita, pada bendera kita, namun ia masih akan dimakamkan di wilayah Prancis karena Nicolas Sarkozy terlalu patuh pada pemerintah Aljazair," katanya dalam sebuah pernyataan.

    Sebuah sumber pemerintah Aljazair menolak izin penguburan merah di desa kelahirannya Bezzaz, seperti yang diminta oleh ayah pria bersenjata itu. "Aljazair tidak ada hubungannya dengan kasus ini, dan kami tidak mengerti mengapa beberapa kalangan di Prancis berusaha untuk melibatkan kita di dalamnya," ujar sumber itu.

    TRIP B | REUTERS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.