Pindahkan Bangkai Costa Perlu Rp 11,8 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Giglio, Italia, (14/1). AP/Andrea Sinibaldi, Lapresse

    Kapal pesiar Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Giglio, Italia, (14/1). AP/Andrea Sinibaldi, Lapresse

    TEMPO.CO , Giglio - Bangkai kapal pesiar Costa Concordia masih teronggok di perairan lokasi kapal itu celaka di Giglio, Italia. Butuh biaya besar untuk memindahkan kapal yang terguling dalam posisi miring dan terjepit  karang itu.

    CEO  Royal Boskalis Westminster, Peter Berdowski, menyatakan pemindahan bangkai kapal bukan perkara gampang. "[Pemindahan bangka kapal] adalah operasi tanpa preseden. Kita tak bicara puluhan tapi sekitar 100 juta euro (setara Rp 11,8 miliar)," katanya.

    Dia mengatakan Boskalis akan melakukan langkah yang  "bertanggung jawab namun hati-hati" untuk menegakkan kembali kapal itu dan memindahkannya. Perusahaan asal Belanda ini adalah salah satu dari enam perusahaan yang mengajukan proposal untuk memindahkan kapal.

    Costa Concordia saat ini masih 'berbaring' di lepas pantai pulau Giglio sejak Januari setelah kandas di bebatuan dan sebagian tenggelam dalam kecelakaan itu. Unit bisnis Boskalis, Smit, telah memenangkan kontrak untuk mengosongkan bahan bakar dari kapal.

    Beberapa penawar saingannya mengajukan usulan untuk  memotong kapal, yang akan menjadi alternatif yang lebih murah pada awalnya. Keputusan akhir akan diambil oleh perusahaan asuransi dan pemilik kapal pesiar itu. Otoritas pelabuhan Italia memberi waktu setahun untuk memindahkannya. 

    Boskalis memiliki sejarah panjang menyelamatkan kapal. Mereka pernah mengangkat Kursk,  kapal selam nuklir milik Rusia yang tenggelam pada tahun 2000, dan mengangkat Herald of Free Enterprise, feri mobil Inggris yang terbalik pada tahun 1987, dan menewaskan 193 orang.

    TRIP B | TELEGRAPH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.