Arab Saudi Tutup Kedutaannya di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Suriah menghadiri pemakaman massal, seorang warga Suriah anti pemerintah yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Suriah,  di daerah Khaldiyeh di Kota Homs, Suriah, Minggu (26/2). REUTERS/Stringer

    Warga Suriah menghadiri pemakaman massal, seorang warga Suriah anti pemerintah yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Suriah, di daerah Khaldiyeh di Kota Homs, Suriah, Minggu (26/2). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jeddah - Arab Saudi mengumumkan telah menutup kantor kedutaan besar serta menarik seluruh staf dan diplomatnya dari Suriah. Demikian pengumuman kantor Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rabu, 14 Maret 2012, kepada kantor berita pemerintah, SPA.

    "Sesuai dengan perkembangan di Suriah, Kerajaan Arab Saudi telah menutup kantor kedutaannya di Damaskus serta menarik seluruh diplomat dan staf dari sana," bunyi pernyataan tersebut.

    Arab Saudi telah berkali-kali meminta dunia internasional melakukan aksi melawan Damaskus. Negeri ini juga pernah menyerukan agar para pemberontak dipersenjatai sekaligus menjadi salah satu dari enam negara monarki di Teluk yang mengusir Duta Besar Suriah serta menarik duta besarnya.

    Menurut kelompok pengamat hak asasi manusia Suriah, sedikitnya 8.500 penduduk sipil tewas sejak pecah kerusuhan menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur, Maret 2011. Sementara itu, laporan Al Arabiya, mengutip laporan Komisi Jenderal Revolusi Suriah, menyebutkan 77 orang tewas akibat diterjang peluruh tajam pasukan keamanan.

    Nourdin al-Abdo, salah seorang aktivis di Idlib, membenarkan kota yang menjadi basis perlawanan itu telah jatuh ke tangan militer setelah selama empat hari berturut-turut dihujani bom oleh pasukan keamanan rezim.

    Pada kesempatan jumpa pers di Kota Hammamet, Tunisia, Selasa, 13 Maret 2012, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Ahmed menyerukan agar pemerintah Suriah secepatnya menghentikan peristiwa berdarah terhadap rakyatnya sendiri.

    "Pesan Kerajaan yang disampaikan oleh Yang Mulia Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah bahwa peristiwa berdarah sejak kerusuhan dimulai harus segera dihentikan," katanya.

    "Kami semua berharap Suriah tetap abadi dan stabil. Kami menginginkan Suriah berada di garis depan negara-negara Arab seperti biasanya. Kami juga berdoa kepada Allah agar mendapatkan petunjuk ke arah yang lebih baik dan ada rekonsiliasi," katanya.

    AL ARABIYA NEWS | ARAB NEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...