Obama Anggap Intervensi ke Suriah Prematur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat pernyataan sat bertemu dengan anggota Business Roundtable untuk mendiskusikan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi di Newseum, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/3).  REUTERS/Mike Theiler

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat pernyataan sat bertemu dengan anggota Business Roundtable untuk mendiskusikan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi di Newseum, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/3). REUTERS/Mike Theiler

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat menyatakan intervensi militer ke Suriah dianggap terlalu dini dan dapat memicu perang saudara di sana. Obama dan Cameron akan menggalang bantuan kemanusiaan.

    Hal tersebut disampaikan di Gedung Putih, Rabu, 14 Maret 2012 waktu setempat, dalam acara jumpa pers. Menurut dia, aksi militer oleh pasukan asing di sana bisa pula meningkatkan jumlah korban.

    Oleh sebab itu, dia bersama rekannya, Perdana Menteri Inggris David Cameron, membicarakan kemungkinan dalam waktu dekat mengambil "langkah sesegera mungkin", yakni menggalang bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah.

    PBB memperkirakan jumlah korban tewas hingga saat ini mencapai 7.500 orang sejak terjadi amuk massa tahun lalu menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur dari jabatannya. Sebagian besar korban tewas akibat diterjang peluru tajam pasukan keamanan Suriah.

    Obama dan Cameron, dalam kesempatan bertemu dengan pers, menyatakan situasi di Suriah jauh lebih kompleks dibandingkan dengan di Libya, sehingga kekuatan udara NATO sanggup melakukan serangan yang menyebabkan pemimpin Muammar Qadhafi tumbang.

    Ketika ditanya wartawan soal kemungkinan penerapan zona larangan terbang seperti yang pernah diterapkan di Libya, Cameron mengatakan sekarang dia fokus pada "upaya transisi kepemimpinan, bukan upaya yang menimbulkan revolusi".

    "Kami rasa itu cara tercepat untuk mengakhiri pembunuhan seperti apa yang kita lihat sekarang. Oleh karenanya, (Presiden Suriah Bashar al-Assad) harus segera pergi," kata Cameron.

    Jalan yang kami tempuh sekarang ini, Cameron mengatakan, adalah melakukan tekanan diplomatik, tekanan sanksi, dan tekanan politik melalui utusan khusus Liga Arab-PBB (Kofi Annan). "Semua itu menjadi fokus kami."

    Dia dan Obama mengakui ada opsi lain untuk mengakhiri kekerasan berdarah di Suriah. Namun demikian, keduanya mengesampingkan aksi militer. "Militer kami dapat melaksanakan tugas apa pun. Itu memang bagian dari pekerjaan mereka," kata Obama.

    "Ketika kami melihat apa yang terjadi di televisi, Anda tahu, naluri alami kami langsung mengatakan bahwa kita harus melakukan aksi," kata Obama. "Satu hal yang saya pikirkan, kami berdua telah mempelajari setiap krisis yang ada di sana, termasuk di Libya. Oleh karenanya, kami harus memikirkan semua tindakan sebelum kami bergerak."

    CHOIRUL | AL JAZEERA | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.