Wawancara Capres Timor Leste, Taur Matan Ruak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perbatasan Timor Leste. Tempo/Jhon Seo

    Perbatasan Timor Leste. Tempo/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Taur Matan Ruak, 56 tahun, mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komandan Falintil-Forcas de Defesa de Timor-Leste (F-FDTL) pada 6 Oktober 2011, rumor berkembang bahwa Taur sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden pada Maret 2012.

    Taur tidak menepis rumor itu. Ia memang kemudian maju dalam pemilihan Presiden Timor Leste sebagai kandidat independen. Pemilihan presiden akan berlangsung pada 17 Maret mendatang. Taur diprediksi akan bersaing ketat dengan Presiden Timor Jose Ramos Horta; calon presiden dari Fretilin, Fransisco Guterres Lu-Olo; dan calon presiden dari Partai Demokrat, Fernando Lasama de Araujo.

    Program yang ia tonjolkan berupa pemberian subsidi kepada para veteran lanjut usia atas jasa mereka, memberlakukan wajib militer, serta memperkuat hubungan diplomatik dengan Indonesia dan Australia. "Saya ingin mewujudkan mimpi rakyat," kata Taur kepada Jose Sarito Amaral dari Tempo di Dili, Timor Leste, Kamis lalu.

    Ia diprediksi memiliki peluang besar untuk menang dalam pemilihan presiden karena dekat dengan rakyat Timor. Apalagi Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Timur (CNRT) dan forum veteran mendukung Taur. Berikut ini petikan wawancaranya.

    Apa program Anda menuju pemilihan presiden?
    Saya akan bertemu dengan rakyat secara langsung untuk menyampaikan program saya. Salah satu program saya, memberikan subsidi kepada para veteran dan pejuang kemerdekaan. Hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Indonesia dan Australia juga akan diperkuat. Jika menang, saya akan memberlakukan wajib militer agar rakyat memahami dan mau membela negara jika ada ancaman eksternal.

    Apa keunggulan Anda dibanding pemerintahan Horta jika nanti menang?
    Rakyat telah mendapat hak kemerdekaan, tapi sekarang belum mendapat kehidupan yang layak saat ini. Kedua, bagaimana masa depan rakyat dan negara, serta, terakhir, peranan kepala negara yang kuat. Jadi seorang pemimpin harus mengetahui permintaan rakyat dan bisa mengatasinya, bukan seorang pemimpin hanya mengutamakan uang ke kantong.

    Apakah Anda siap bersanding dengan Xanana?
    Yang pasti, kami akan terus bersama jika saya menang. Kami solid sejak dulu, bersama untuk membicarakan masa depan rakyat dan negara ini. Dulu kami berjuang bersama rakyat dan sekarang kami ingin bersama membangun negeri ini dengan penuh damai. Xanana terus mendukung saya untuk maju menjadi kandidat presiden. Kami memiliki harapan dan mimpi membangun rakyat sesuai dengan janji-janji yang dilakukan di hutan.


    Bagaimana pandangan Anda tentang kepemimpinan Horta?
    Saya tidak mau berkomentar soal ini, tapi Horta juga sangat kredibel, independen dalam setiap mengambil keputusan. Saya tidak mendeteksi kegagalan Horta sejak memimpin negara karena, sebagai presiden, hanya menjalankan fungsi sesuai dengan konstitusi. Presiden hanya simbol negara, mengontrol, menciptakan keamanan nasional, dan bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk menjalankan program tahunan.


    Siapa pesaing kuat Anda dalam pemilihan presiden ini?
    Semua kandidat kuat dan memiliki dukungan yang kuat dari rakyat. Tetapi saya yakin dan percaya, rakyat menginginkan saya memimpin mereka agar dapat membangun mereka dan negara ini.

    Bagaimana prediksi Anda tentang hasil pemilihan presiden?
    Saya tidak dapat memprediksi siapa pemenang dalam pemilihan. Semua kandidat berharap pemilihan bisa berlangsung aman.

    BIODATA
    Tanggal lahir: 10 Oktober 1956
    Tempat lahir: Baguia, Timor Leste
    Pangkat terakhir: mayor jenderal
    Jabatan:
    20 Agustus 2000, ditunjuk sebagai Komandan Falintil menggantikan Ray Kala Xanana Gusmao, yang mengundurkan diri.
    Komandan Falintil-Forcas de Defesa de Timor-Leste (F-FDTL)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.