Punya Bayi Setelah 16 Kali Keguguran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Pridmore dan bayinya. Enam belas kali ia kehilangan janinnya.

    Maria Pridmore dan bayinya. Enam belas kali ia kehilangan janinnya.

    TEMPO.CO , London - Happy ending bagi Maria Pridmore adalah, memiliki bayi setelah 16 kali merasakan pedihnya kehilangan calon buah hati. Namun ia berhati baja. Sebanyak 16 kali gagal memiliki anak, tak menyurutkan nyalinya untuk hamil yang ke-17 kalinya. Beruntung, 9 bulan kemudian, ia melahirkan dengan selamat.

    Demi Mia Shannon, nama bayinya, ia bersabar selama 13 tahun. Dalam kurun waktu itu, ia mengalami 14 kali keguguran, melahirkan namun bayinya telah meninggal di dalam kandungan, dan seorang lagi meninggal setelah sempat menghirup udara selama dua pekan.

    "Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan," kata Maria pada The Sun. Bersama suaminya, John Foran (35), ia sempat mengubur mimpi memiliki anak setelah Kia, kakak Mia, meninggal pada tahun 2009.

    Namun tak dinyana, dua tahun kemudian, ia dinyatakan hamil lagi. Namun kehamilannya tak mulus. Dia didiagnosis mengalami pre-eklampsia dan infeksi streptokokus B yang dapat menyebabkan penggumpalan darah plasenta yang bisa memotong pasokan makanan untuk janin. Dia harus terus mendapatkan suntikan dua kali sehari agar janinnya sehat.

    Selama kehamilan, pasangan ini pergi ke rumah sakit 92 kali untuk scan dan cek. "Kami sangat cemas. Setiap kali kami pergi untuk scan kami mencari detak jantung janin," kata Foran.

    Kini Mia yang lahir pada bulan Januari dinyatakan dokter dalam kondisi sehat. Pasangan ini sekarang mempertimbangkan mencoba untuk bayi lagi. "Kami akan menunggu sampai Mia itu sedikit lebih tua dan mencoba untuk memberinya adik," kata Foran.

    TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.