Chavez Samakan Dirinya dengan Burung Condor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Fernando Llano

    AP Photo/Fernando Llano

    TEMPO.CO , Caracas - Presiden Venezuela Hugo Chavez memecah kesunyian. Uaai operasi di Kuba untuk penyakit yang dicurigai kanker, ia membantah semua spekulasi bahwa dia "sekarat".

    Ia menyatakan dirinya dalam masa pemulihan dan akan kembali "membubung tinggi seperti burung condor". "Saya mengirimkan semua cinta tertinggi saya. Saya akan sembuh!" tulis pemimpin sosialis berusia 57 tahun itu melalui Twitter dari Havana, tempat ia dioperasi pada awal pekan ini. "Di sini saya pergi, melonjak seperti condor."

    Meskipun ia optimis dengan pengobatan di Kuba, beberapa sumber termasuk seorang wartawan pro-oposisi terkemuka Venezuela menyebut kanker telah menyebar di tubuhnya. Kondisi kesehatan telah menimbulkan pertanyaan atas kemampuan Chavez untuk kampanye pemilihan kembali pada bulan Oktober.

    Pemerintah menuding kelompok ultra kanan Venezuela mengobarkan spekulasi berbahaya. "Rakyat kami tidak harus memperhatikan rumor tersebut. Kami akan melalui waktu yang sangat emosional," kata Isis Ochoa, Menteri Perlindungan Sosial Venezuela.

    Meski mengatakan bakal sepenuhnya pulih menjelang akhir tahun 2011, Chavez kembali ke Kuba untuk operasi baru akhir pekan lalu pada lesi yang mungkin ganas di daerah yang sama. Pemerintah mengatakan lesi telah benar-benar diangkat.

    Wakil Presiden Elias Jaua mengatakan kepada televisi pemerintah Chavez bersemangat ketika ia berbicara kepadanya melalui telepon pada Rabu malam. "Dia dalam proses pemulihan penuh," katanya. "Dengan suara penuh energi, ia mengirim salam persaudaraan kepada rakyat, cinta dan terima kasih."

    Belum ada kata pernyataan kapan Chavez akan kembali.

    TRIP B | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.