Guatemala Ekstradisi Gembong Narkoba ke Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bbc.co.uk

    Bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Guatemala City - Pengadilan Guatemala, Selasa, 28 Februari 2012 waktu setempat, memerintahkan ekstradisi seorang raja narkoba, Juan 'Chamale' Ortiz-Lopez, ke Amerika Serikat. Ia bakal dihukum seumur hidup, hartanya disita.

    Juan 'Chamale' Ortiz-Lopez yang ditahan pihak berwajib Guatemala sejak Maret 2011 merupakan gembong perdagangan narkoba Amerika Latin paling top.

    Pria ini dituduh oleh Pengadilan Federal Florida memperjualbelikan berton-ton ganja ke Amerika Serikat. Bila seluruh dakwaan jaksa penuntut umum itu terbukti, maka dia akan mendapatkan ganjaran hukuman seumur hidup.

    Menurut pengadilan Florida, lelaki berusia 42 tahun itu merupakan penyelundup obat bius paling hebat di Guatemala. Selain bakal menjatuhkan hukuman seumur hidup, pemerintah Amerika Serikat juga akan menyita kekayaan Ortiz-Lopez, termasuk stasiun televisi kabel dan mansion seharga US$ 5 juta (Rp 45 miliar) di Guatemala.

    Ortiz-Lopes adalah gembong narkoba kedua dalam pekan ini yang disetujui pengadilan Guatemala untuk diekstradisi ke Amerika Serikat. Keputusan pengadilan ini sejalan dengan kebijaksanaan Presiden Guatemala Otto Perez yang berkuasa sejak Januari 2012. Di awal pemerintahannya, Perez berjanji memerangi perdagangan obat bius.

    Perez yang juga seorang pensiunan jenderal angkatan bersenjata sangat terlatih memerangi perdagangan obat bius karena dia merupakan pasukan khusus Guatemala yang kerap terjun dalam memberantas kartel obat bius. Pada Senin, 27 Februari 2012 lalu, Perez bertemu dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Janet Napolitano untuk membicarakan upaya regional memberantas perdagangan obat bius.

    Menurut lembaga antinarkoba PBB, International Narcotics Control Board (INCB), negara-negara di Amerika Latin yang menjadi pusat persinggahan perdagangan obat bius terbesar adalah Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua. "Amerika Utara (Serikat) merupakan pasar terbesar perdagangan obat bius," papar INCB.

    CHOIRUL | REUTERS | BBC



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.