Putri Mahkota Swedia Lahirkan Bayi Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Mahkota Swedia, Victoria dan Pangeran Daniel. AP/Pontus Lundahl

    Putri Mahkota Swedia, Victoria dan Pangeran Daniel. AP/Pontus Lundahl

    TEMPO.CO , Stockholm - Putri Mahkota Swedia, Victoria, melahirkan anak pertamanya Kamis pagi. Ia melahirkan bayi perempuan.

    Suami Victoria, Pangeran Daniel, menyatakan anaknya, yang akan ada dalam urutan kedua garis tahta, lahir pukul 04.26 di Karolinska University Hospital di Solna, pinggiran Stockholm. Anaknya itu lahir sehat dengan panjang 51 cm dan berat 3,28 kilogram.

    "Ketika saya meninggalkan ruangan, ia sedang tidur di dada ibunya dan mereka terlihat sangat nyaman," kata Daniel pada wartawan. "Putri Mahkota melahirkan gadis mungil dengan lancar."

    Victoria, 34, adalah di baris berikutnya tahta yang kini dipegang oleh ayahnya, Raja Carl XVI Gustaf, sejak tahun 1973. Swedia mengubah konstitusi pada tahun 1980, tiga tahun setelah Victoria lahir, untuk memungkinkan pewaris tertua untuk mewarisi tahta, terlepas dari jenis kelaminnya. Sebelum itu, ahli waris perempuan tidak dianggap sebagai pewaris tahta.

    Daniel mengatakan raja dan ibu Victoria, Ratu Silvia, telah diberitahu tentang kelahiran. "Mereka sangat senang," ujarnya.

    Victoria menikahi Daniel, orang biasa dan mantan pelatih pribadinya, pada Juni 2010. Pada bulan Agustus tahun lalu, Royal Court mengumumkan bahwa Victoria hamil.

    Angkatan Bersenjata Swedia merayakan berita itu dengan melakukan 21 tembakan kehormatan pada siang hari di Stockholm dan kota-kota lain di seluruh Swedia.

    Daniel mengatakan ia sangat gugup saat proses persalinan, namun ia tak gemetar saat memotong tali pusar bayi.  Raja Swedia akan mengumumkan nama gadis itu akhir pekan ini, katanya.

    TRIP B | AP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.