Krisis Iran Berpotensi Jadi Perang Dingin Jilid II  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • William Hague

    William Hague

    TEMPO.CO, London - Krisis nuklir Iran bisa menjerumuskan dunia ke dalam "Perang Dingin Baru", menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Ia memperingatkan perlombaan senjata nuklir antarnegara Timur Tengah akan membawa bahaya persaingan lama seperti antara Barat dan Uni Soviet di masa lalu.

    Namun ia menegaskan posisi negaranya yang tidak akan mendukung aksi militer terhadap Iran. Hague juga menyebutkan serangan Israel terhadap aset nuklir negara Islam itu memiliki "kelemahan yang sangat besar".

    Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, ia menyatakan keyakinannya bahwa Iran melanjutkan program senjata nuklir mereka. "Jika mereka memperoleh kemampuan senjata nuklir, maka saya pikir negara-negara lain di Timur Tengah akan ingin mengembangkan senjata nuklir juga," katanya.

    "Jadi babak yang paling serius dari proliferasi nuklir sejak senjata nuklir diciptakan akan mulai dengan semua efek destabilisasi di Timur Tengah. Dan ancaman Perang Dingin Baru dimulai di Timur Tengah. Itu akan menjadi bencana bagi dunia," katanya.

    Iran mengatakan program pengayaan uraniumnya adalah murni untuk tujuan sipil. Tapi negara-negara Barat mencurigai Teheran sedang mencoba untuk mengembangkan kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir.

    Hague menekankan bahwa "semua pilihan harus tetap di atas meja" alias lebih mengutamakan pendekatan perundingan ketimbang tindakan militer. "Kami tidak mendukung gagasan siapa pun menyerang Iran saat ini," katanya.

    TRIP B | SKY NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.