Seoul Larang Warganya Bahas Korea Utara di Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada gambar yang diambil dari siaran stasiun televisi KRT, terlihat sebuah mobil membawa foto Kim Jong Il berukuran besar, pada prosesi pemakamannya di Pyongnyang, Korea Utara, Rabu (28/12). AP Photo/KRT via APTN

    Pada gambar yang diambil dari siaran stasiun televisi KRT, terlihat sebuah mobil membawa foto Kim Jong Il berukuran besar, pada prosesi pemakamannya di Pyongnyang, Korea Utara, Rabu (28/12). AP Photo/KRT via APTN

    TEMPO.CO , Seoul: Seoul mengeluarkan larangan bagi sejumlah aktivis untuk menghadiri pertemuan di Shenyang, Cina, selama dua hari, terhitung mulai besok.

    Pertemuan yang dihadiri sejumlah aktivis politik dari Korea Selatan dan Korea Utara itu bertujuan membahas pelaksanaan hasil pertemuan tingkat tinggi pertama antara Korea Selatan dan Korea Utara pada 2000. Termasuk membahas upaya yang lebih baik untuk mempererat hubungan serta kerja sama ekonomi yang lebih besar.

    Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengeluarkan larangan atas permohonan izin sejumlah aktivis untuk pergi ke Shenyang. Larangan itu dikeluarkan dua hari sebelum pertemuan tersebut digelar. "Pertemuan itu tidak layak dengan situasi hubungan antar-Korea saat ini," kata juru bicara Kementerian Unifikasi seperti dikutip AFP kemarin.

    Kebuntuan politik, kata juru bicara itu, seharusnya diselesaikan melalui dialog di level pemerintah. "Pertemuan ini boleh jadi berubah menjadi peristiwa politik terlepas dari perhatian aktivis Korea, yang akan mengakibatkan kontroversi yang tidak perlu," ujarnya.

    Meski dilarang, Lee Seung-hwan, anggota senior organisasi yang memayungi sejumlah aktivis dalam pertemuan di Shenyang, bersumpah untuk tetap pergi menghadiri pertemuan yang akan mempererat ikatan kedua Korea itu. Mereka akan memutuskannya hari ini.

    Pertemuan tingkat tinggi Antar-Korea tahun 2000 dan 2007 digelar untuk mempererat hubungan agar lebih baik dan mengadakan proyek ekonomi lintas batas. Namun persetujuan itu dilupakan sejak Presiden Lee Myung-bak berkuasa. Lee menjalankan kebijakan politik yang keras terhadap Pyongyang.

    Korea Utara juga kerap menekan Korea Selatan untuk menghormati perjanjian dalam pertemuan itu.

    Korea Selatan memiliki aturan yang memberlakukan sanksi denda atau hukuman lainnya terhadap siapa saja yang menghadiri pertemuan tanpa izin dengan warga Korea Utara. Setiap warga Korea Selatan juga harus terlebih dulu mendapatkan persetujuan untuk mengadakan pertemuan dengan Korea Utara atau berkunjung ke negara jirannya itu.

    YONHAP | ASIAONE | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.