Inggris dan AS Tarik Dubes untuk Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang diambil pada 12 Januari 2011 memperlihatkan gedung Kedutaan AS di Damaskus, Suriah. AP/Bassem Tellawi, File

    Foto yang diambil pada 12 Januari 2011 memperlihatkan gedung Kedutaan AS di Damaskus, Suriah. AP/Bassem Tellawi, File

    TEMPO.CO, Damaskus -- Inggris dan Amerika Serikat kompak menarik utusan mereka dari Damaskus untuk memprotes kekerasan oleh pemerintah Suriah. Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, menyebut rezim yang berkuasa di Suriah saat ini sebagai "rezim pembunuh" dan "terkutuk".

    Hague menarik Duta Inggris di Damaskus, Simon Collis, ke London untuk "konsultasi" pada apa yang disebutnya sebuah "situasi yang  benar-benar tidak dapat diterima yang menuntut respons bersatu dunia internasional".

    Seorang aktivis menyatakan, sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan terbaru di Kota Homs, termasuk pemboman di rumah sakit lapangan tempat 19 orang tewas.

    Berbicara di Parlemen, Hague menyatakan tak ada jalan lagi bagi Bashar al-Assad, Presiden Suriah, untuk "memulihkan kredibilitasnya internasional atau di mata rakyatnya sendiri."

    Menlu Inggris mengisyaratkan Barat kini akan mengeksplorasi alternatif melalui jalur non-PBB dalam upaya untuk menghentikan pembunuhan di Suriah dan mempersiapkan masa depan pasca-Bashar al-Assad. Dengan dukungan Liga Arab, katanya, Inggris akan meningkatkan kontak dengan oposisi Suriah dan 'teman-teman yang bersahabat dengan Suriah yang baru'.

     "Inggris akan menjadi anggota yang sangat aktif dalam mendirikan sebuah  kelompok dengan dukungan internasional yang luas," katanya.

    Dia juga mengecam sikap Rusia dan Cina yang memveto resolusi PBB tentang Suriah. Ia menyebut langkah ini sebagai kesalahan besar dan pengkhianatan yang implisit pada pelanggaran HAM.

    TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.