Pernikahan Sesama Jenis Akan Legal di Washington

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis homoseksualitas merayakan loloskan rancangan aturan pernikahan sesama jenis menjadi undang-undang oleh senat di Washington, AS. nytimes.com

    Seorang aktivis homoseksualitas merayakan loloskan rancangan aturan pernikahan sesama jenis menjadi undang-undang oleh senat di Washington, AS. nytimes.com

    TEMPO.CO , Washington - Pasangan sesama jenis di Washington, Amerika Serikat,  tidak perlu lagi pergi ke negara bagian lainnya untuk menikah. Sebab, anggota Senat di ibu kota Negeri Abang Sam itu setuju meloloskan rancangan aturan pernikahan sesama jenis menjadi undang-undang. Itu artinya, hukum akan melegalkan kaum gay dan lesbian untuk menikah di sana.

    Pada Rabu malam waktu setempat, 1 Februari 2012, sebanyak empat anggota Senat dari Partai Republik dan 24 orang dari Partai Demokrat mendukung RUU tersebut. Dengan jumlah tersebut, mereka pun mengalahkan suara para penentang, tiga orang dari Partai Demokrat dan 18 anggota Partai Republik.

    Kemenangan itu pun langsung disambut dengan tepuk tangan pasangan sesama jenis dan pendukungnya yang selama 1,5 jam sebelumnya menanti hasil perdebatan antar-anggota senat.

    Senator Demokrat Ed Murray, anggota parlemen yang menggagas hak-hak kaum gay, menegaskan jika para pendukung pelegalan pernikahan sesama jenis tidak memiliki maksud untuk merusak kehidupan keluarga atau kebebasan beragama. "Sebuah pernikahan adalah bagaimana masyarakat mengatakan Anda sebagai suatu keluarga," kata Murray.

    Kalau aturan tersebut resmi menjadi undang-undang, maka Washington akan menjadi negara bagian ketujuh yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Sebelumnya, New York, Iowa, Connecticut, Massachusetts, New Hampshire, dan Vermont telah lebih dulu mengizinkan pasangan sesama jenis menikah secara hukum.

    Di pihak penentang, Senator Dan Swecker berpendapat kalau rancangan undang-undang itu akan mengubah definisi pernikahan. Akibatnya, masyarakat tidak lagi percaya akan adanya pernikahan tradisional. Karena itu, Swecker khawatir nantinya aturan tersebut akan menimbulkan suasana yang tidak bersahabat bagi orang-orang yang percaya dengan pernikahan tradisional. "Karenanya, peraturan itu perlu mempunyai perlindungan tambahan," kata dia.

    Kini klausul perubahan referendum telah ditolak Senat. Tapi Swecker dengan penentang lainnya berencana tetap mengajukan penolakan terhadap aturan tersebut. Hanya saja, mereka baru bisa mengajukan pertentangan setelah Gubernur Chris Gregoire mengesahkan aturan tersebut. Setelah itu, Swecker baru bisa maju lagi dengan membawa 120.577 tanda tangan para penentang.

    "Saya sendiri akan menandatangani rancangan itu menjadi sebuah undang-undang," kata Gregoire.

    REUTERS | SEATTLEPI | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.