Persaingan Sengit dalam Pemilu India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita jompo digendong oleh puteranya setelah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu India di Mehdora, India,(16/4). AP Photo/Rajesh Kumar Singh

    Seorang wanita jompo digendong oleh puteranya setelah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu India di Mehdora, India,(16/4). AP Photo/Rajesh Kumar Singh

    TEMPO.CO :- Pemungutan suara kemarin digelar di tengah ketatnya keamanan di negara bagian kunci di India, Punjab dan Uttarakhand. Lebih dari 20 juta warga yang punya hak suara memberikan pilihannya terhadap sekitar 1.800 kandidat yang berebut 187 kursi parlemen.

    Lima negara bagian menggelar pemilu lokal hingga bulan depan--sebuah tes penting buat partai yang berkuasa, Partai Kongres. Ronde pertama polling di Manipur pekan lalu diganggu kekerasan ketika tersangka pemberontak menyerang sebuah TPU, sehingga mengakibatkan empat orang tewas.

    Sebagaimana pemilu di Manipur, Punjab, dan Uttarakhand, para pemilih di Uttar Pradesh dan Goa akan memberikan suaranya beberapa pekan mendatang, yang hasilnya diumumkan pada 6 Maret nanti.

    Kongres berambisi menguasai Punjab dan Uttarakhand, yang kini dipegang oposisi utama Bharatiya Janata Party (BJP) dan sekutunya.

    Sebuah perkembangan bagus di kelima negara bagian akan memberi sokongan besar buat Rahul Gandhi, ikon dinasti paling kuat di India yang aktif berkampanye untuk Kongres. Dia tampaknya ditimbang bakal mengambil alih kursi perdana menteri saat ini, Manmohan Singh, tapi waktunya belum jelas.

    Hasil positif mungkin juga menyediakan ruang bernapas buat pemerintahan Singh di New Delhi setelah setahun Kongres melihat kebijakan-kebijakannya digelincirkan protes-protes oposisi dan sekutunya, termasuk sebuah reformasi yang memungkinkan kepemilikan mayoritas asing di supermarket-supermarket.

    Punjab, khususnya, tampaknya bakal diambil Kongres. Diperintah oleh aliansi antara partai lokal Shiromani Akali Dal dan BJP, negara bagian ini belum kembali ke penguasa incumbent selama beberapa dekade. Pertumbuhan ekonomi Punjab telah tertinggal dan industrinya terseok-seok.

    "Kongres diperkirakan bakal sukses, dan kemungkinannya besar," kata pengamat politik Amulya Ganguli kemarin. "Dan itu akan memberi sebuah dorongan besar pada saat sangat jatuh, dengan ekonomi yang melambat, pemerintah disalahkan karena kebijakan lumpuh."


    | BBC | REUTERS | Dwi A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.