Skandal Korupsi Guncang Vatikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor kedutaan Vatikan untuk Amerika Serikat di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    Kantor kedutaan Vatikan untuk Amerika Serikat di Washington. REUTERS/Yuri Gripas

    TEMPO.CO , Kota Vatican - Skandal korupsi mengguncang Vatikan setelah salah seorang pejabat tingginya, yang dipindah secara sepihak karena memprotes penyimpangan dalam pemberian kontrak, mengungkap skandal itu di televisi.

    Program investigasi The Untouchables yang ditayangkan jaringan televisi swasta yang disegani di Italia, La 7, pada Rabu malam, 25 Januari 2012, mengungkap sejumlah surat yang membeberkan soal skandal korupsi. Surat itu dikirim oleh Uskup Agung Carlo Maria Vigano pada 2011, yang kemudian menjadi Wakil Gubernur Kota Vatikan, kepada para atasannya, termasuk Paus Benediktus XVI.

    Vatikan membuat pernyataan yang mengkritik metode investigasi jurnalistik tersebut, Kamis, 26 Januari 2012. Namun Vatikan mengkonfirmasi surat-surat itu asli dengan mengungkapkan kesedihannya atas publikasi dokumen itu.

    Sebagai Wakil Gubernur Kota Vatikan pada 2009-2011, Vigano adalah orang kedua di departemen yang bertanggung jawab memelihara taman-taman kota, bangunan, jalan, museum, dan infrastruktur lainnya. Dalam surat itu Vigano, yang kini menjadi Duta Besar Vatikan di Washington, mengatakan  ketika menjabat pada 2009 dia menemukan sebuah laman yang mengungkap kolusi, korupsi, dan nepotisme yang berkaitan dengan pemberian kontrak kepada perusahaan-perusahaan dari luar Vatikan dengan harga yang digelembungkan.

    Dalam sebuah surat Vigano mengatakan kepada Paus soal kampanye tercela melawan dia oleh pejabat Vatikan lainnya yang menginginkannya dipindah. Para pejabat itu, kata dia, marah lantaran dia mengambil langkah drastis untuk menyelamatkan uang Vatikan dengan membersihkan prosedurnya.

    "Bapa Suci, pemindahan saya sekarang akan memprovokasi banyak disorientasi dan keputusasaan pada mereka yang percaya pada kemungkinan menghapus begitu banyak peluang korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, yang telah mengakar di dalam manajemen di begitu banyak departemen,” tulis Vigano kepada Paus pada 27 Maret 2011.

    Di dalam surat lainnya yang ditujukan kepada Paus pada 4 April 2011, Vigano mengatakan dia menemukan manajemen dari sejumlah investasi Kota Vatikan dipercayakan pada dua lembaga pendanaan yang dikelola oleh sebuah komite para bankir Italia “yang melindungi kepentingan mereka sendiri lebih dari kepentingan kita”.

    Dia mengatakan di dalam surat yang sama bahwa dalam sebuah transaksi tunggal pada Desember 2009 “mereka membuat kita rugi US$ 2,5 juta (setara Rp 22,37 miliar).”

    Program itu mewawancarai seorang pria yang diidentifikasi sebagai anggota komite bankir yang mengatakan Vigano telah mengembangkan reputasi sebagai seorang “penghancur bola” di antara perusahaan-perusahaan yang memiliki kontrak dengan Vatikan karena desakannya pada transparansi dan persaingan. Wajah lelaki itu dikaburkan dan suaranya diubah untuk menyembunyikan identitasnya.

    REUTERS | SAPTO YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.