Ini Iming-iming Bos Megaupload pada Tetangganya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pintu masuk Dotcom Mansion, rumah dari Kim Dotcom, pendiri situs Megaupload.com di Coatesville, Selandia Baru, Sabtu (21/1). REUTERS/Nigel Marple

    Pintu masuk Dotcom Mansion, rumah dari Kim Dotcom, pendiri situs Megaupload.com di Coatesville, Selandia Baru, Sabtu (21/1). REUTERS/Nigel Marple

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tahun lalu, sekitar April 2010, bos Megaupload pindah ke Selandia Baru bersama istri dan dua anaknya. Pada awal kepindahan, lelaki bernama Kim Schmitz atau biasa dipanggil Dotcom itu sempat menyapa tetangganya lewat surat elektronik atau e-mail.

    Dotcom, panggilan Schimtz, mengaku kepada tetangganya kalau dia mantan hacker dan pernah dipenjara karena tuduhan perdagangan gelap. "Halo tetangga," Dotcom memulai surel tertanggal 21 April 2010 itu.

    Dalam suratnya, lelaki asal Jerman itu mengaku sudah membobol server mail lokal tetangganya. "Tebak apa saja yang saya temukan," kata Dotcom.

    Kepada tetangga, Dotcom memang mengaku mantan peretas. Tapi dia juga mengiming-imingi mereka dengan sejumlah keuntungan bertetangga dengan hacker. Begini kata Dotcom,

    1. Kami baru membuka fasilitas pencucian uang lokal yang bisa membantu Anda mengoptimalkan penipuan pajak.

    2. Kami memiliki orang dalam di jaringan internasional yang dapat memberi informasi seputar tips saham berharga.

    3. Kedekatan saya dengan sejumlah penjahat juga bisa menolong Anda kalau berurusan dengan tetangga yang menyebalkan.

    Kepada tetangga, ayah dua anak itu mengaku pindah ke Selandia Baru karena menyukai negara tersebut. "Saya datang ke sini dengan damai. Sekitar 15 tahun lalu saya memang hacker dan 10 tahun lalu dipenjara karena perdagangan gelap. Tapi sekarang catatan kriminal saya sudah bersih," Dotcom menulis dalam surelnya.

    Saat ini, dia melanjutkan, hacker bukan lagi pekerjaannya. Sebuah perusahaan Internet telah dibangunnya dengan seratus lebih pekerja. "Saat ini media banyak memberitakan masa lalu saya. Tak ada kabar baru karena saya memang menghindari mereka," ujar dia.

    Di akhir surel, Dotcom memberikan dua pilihan ke tetangganya. Pertama, mereka dipersilakan menelepon Interpol, CIA, dan Ratu Inggris untuk mendeportasinya. Kedua, Dotcom mengusulkan para tetangga untuk duduk tenang, mingum kopi, dan memberinya kesempatan berbuat kebaikan bagi Selandia Baru.

    "Kalau pilihan Anda duduk santai, jangan lupa membawa kokain," Dotcom berkelakar di akhir surat.

    Itulah sogokan Dotcom ke tetangganya. Sayangnya sogokan Dotcom tak bertahan lama. Hanya dalam waktu dua tahun, Interpol dapat mengendus keberadaan dia di Selandia Baru.

    Hingga akhirnya, 20 Januari 2012, polisi membekuknya di mansion sewaan di Coatesville, dekat Auckland. Dalam penggerebekan itu, polisi Selandia Baru menemukan sejumlah mobil mewah dan senjata laras panjang. Mobil bermerek Rolls Royce, Cadillac merah jambu dan Mercedes dilaporkan berlisensi dengan plat nomor yang terbaca “Hacker,” “Mafia,” dan “God.”

    Sehari sebelum penangkapan, 19 Januari 2012, Jaksa Amerika menutup situs Megaupload. Penutupan itu menimbulkan kemarahan para hacker. Kelompok yang menamakan diri mereka Anonymous membobol sejumlah situs badan negara Amerika Serikat, seperti situs milik FBI, Departemen Kehakiman, Motion Picture Association of America (MPAA) dan Recording Industry Association of America (RIAA).

    Kini Dotcom masih mendekam di rumah tahanan Selandia Baru seraya menanti proses ekstradisi.

    BOSTONHERALD | GUARDIAN | THENEXTWEB | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.