Tentara Bulgaria Menolak Bertugas di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sofia:Sekitar 30 tentara Bulgaria memutuskan keluar dari batalion yang beranggotakan 500 personel yang akan dikirim ke Irak.Para tentara itu menolak penugasan setelah terjadi serangan di Irak yang menewaskan lima tentara Bulgaria. Hal itu dikatakan oleh Kepala Pasukan Jenderal Nikola Kolev."Antara 25 sampai 30 tentara menolak tugas, mungkin akibat tekanan dari keluarganya," ujar Kolev pada radio setempat.Batalion tersebut akan menggantikan 480 tentara Bulgaria yang telah berada di Irak sejak September 2003 yang merupakan bagian dari 9.000 tentara multinasional di Irak. Batalion pengganti tersebut dijadwalkan akan berada di Irak sampai pertengahan Februari 2004.Dalam serangan yang terjadi hari Sabtu di kota suci Karbala, 110 kilometer di selatan Bagdad, sebanyak 19 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka. Dalam insiden itu, selain lima tentara Bulgaria tewas, sebanyak 64 tentara Bulgaria lainnya luka-luka.Insiden tersebut adalah yang pertama kalinya dialami tentara Bulgaria, karena itu Pemerintah Bulgaria menetapkan hari berkabung nasional pada hari Selasa (30/12) saat pemakaman kelima tentara tersebut.Para anggota batalion pengganti tersebut pada hari Jumat (02/01) meminta agar dalam kontrak tugas dituliskan klausa bahwa mereka dapat sewaktu-waktu keluar dari misi dan kembali pulang.Sementara Kolev mengatakan bahwa para tentara yang mempersiapkan diri untuk tugas di Irak telah berkomitmen untuk menjalankan tugas sukarela. Sedangkan, lanjut Kolev, tentara yang memutuskan mundur dari misi harus mengganti biaya pelatihan dan pemeriksaan kesehatan. AFP/Siti Masriyah - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.