Tiga ABK Indonesia Dirawat di Kapal Riset AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Roro Lautan Teduh terbakar di Selat Sunda, Merak, Banten (28/1). ANTARA/Asep Fathulrahman

    Kapal Roro Lautan Teduh terbakar di Selat Sunda, Merak, Banten (28/1). ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO , Jakarta:Tiga anak buah kapal (ABK) warga Indonesia yang mengalami luka bakar menjalani perawatan di kapal riset milik Amerika Serikat, Nathaneil B Palmer. Kapal itu datang membantu evakuasi kapal motor milik Korea Selatan Jeong Woo 2 yang terbakar di perairan Antartika kemarin.

    “Kapal riset Amerika Serikat ini memiliki fasilitas rumah sakit, ” kata Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, A. Agus Sriyono kepada Tempo kemarin.

    Ketiga nama yang mengalami luka bakar adalah Yan Sopakua, 27 tahun, Sutisno (30), Tomsi Sitaniyapessi (23). Yan menderita luka bakar paling parah.

    Empat ABK warga Indonesia yang selamat telah dievakuasi ke kapal kedua milik Korea Selatan, Jeoung Woo 3. Keempat ABK itu adalah Hartoyo, 26 tahun, Fernando Alfonso (29), Maryanto (22), dan Victor Sopakua (37).

    Menurut Agus Sriyono, kedutaan kemarin sekitar pukul 4 sore waktu Wellington atau sekitar pukul 12 waktu Jakarta menghubungi Kementerian Luar Negeri untuk meminta bantuan menghubungi keluarga tujuh ABK. Mereka diyakini bekerja secara legal sehingga data tentang alamat keluarga mereka dapat ditemukan.

    Kedutaan juga sudah menghubungi agen kapal motor tersebut di Korea Selatan, namun belum mendapat jawaban. “Mereka tidak punya kantor di Selandia Baru,” ujarnya.

    MARIA RITA | SITA PLANASARI

    BERITA TERKAIT
    Kapal Ikan Korea Selatan Terbakar di Antartika 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.