Ulah Cantona Hebohkan Pemilihan Presiden Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eric Cantona. AP/Luca Bruno

    Eric Cantona. AP/Luca Bruno

    TEMPO.CO :-Eric Cantona ikut pemilihan presiden Prancis? Selama beberapa jam, mantan penyerang Manchester United itu berhasil membuat publik Prancis berpikir seperti itu. Bahkan media online ataupun cetak heboh memberitakannya.

    Namun, pada Selasa pagi, legenda sepak bola Prancis itu mengakui bahwa berita itu hanya isapan jempol. Ia sama sekali tak berniat menjadi orang nomor satu di negeri mode itu.

    Yang ia lakukan hanyalah untuk menarik perhatian publik. Dalam janjinya, bila terpilih sebagai presiden, Cantona menyatakan akan memperhatikan masalah perumahan bagi tunawisma.

    Triknya itu sempat berhasil. Para politikus Prancis, meski hanya sebentar, sempat memperdebatkan masalah perumahan yang selama ini tak tertangani dengan baik itu. Tapi, setelah pengakuan Cantona itu, banyak yang geleng-geleng kepala.

    Awal tersiarnya kabar Cantona akan ikut pemilihan presiden Prancis adalah ketika koran berbahasa Prancis, Liberation, memuat surat pria berusia 45 tahun itu kepada para wali kota di seluruh Prancis untuk meminta dukungan.

    Sebagai calon presiden, Cantona sedikitnya membutuhkan dukungan dari 500 pejabat hingga akhir Februari 2012. Pemilihan presiden sendiri berlangsung April hingga Mei. Dan tanda tangan itu adalah salah satu syaratnya.

    Cantona memang terkenal jago memanfaatkan media massa. Saat menjadi pemain Manchester United, tak jarang ia menggunakan media untuk menaikkan pamor atau sekadar menyerang lawan.

    Setelah kabar niatnya untuk menjadi presiden tersiar, perbincangan soal peluang Cantona merebak. Perdebatan pro dan kontra pun berlangsung seru. Banyak yang pesimistis, tapi ada juga yang mendukung.

    Selasa pagi, di koran yang sama, Cantona menerangkan bahwa apa yang ia lakukan adalah untuk mendukung Yayasan Abbe Pierre, yayasan cukup terpandang yang selama ini menangani perumahan bagi para tunawisma.

    Patrick Doutreligne, Direktur Yayasan Abbe Pierre, mengatakan trik itu sengaja mereka lakukan untuk menarik perhatian publik. “Kami berpikir, kami memerlukan sesuatu yang ‘nendang’ agar publik tahu,” katanya.

    Maka, kata Doutreligne, yayasan meminta Cantona, yang pernah jadi bintang dalam film Looking for Eric dan berperan sebagai dirinya sendiri, berpura-pura menjadi kandidat presiden dan melemparkan program “Rumah untuk Semua”.

    Beberapa politikus Prancis mengkritik cara Cantona mempromosikan kegiatan yayasan tersebut. Meski begitu, mereka setuju bahwa perumahan yang lebih baik bagi yang membutuhkan harus menjadi agenda presiden terpilih nanti.

    MAILONLINE | SKYNEWS | FIRMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.