Pasca-Putusan, Anwar Ibrahim Plesir ke Turki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berbicara di depan para pendukungnya setelah vonis bebas dari tuduhan sodomi di luar kantor pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (9/1). REUTERS/Samul Said

    Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berbicara di depan para pendukungnya setelah vonis bebas dari tuduhan sodomi di luar kantor pengadilan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (9/1). REUTERS/Samul Said

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Anwar Ibrahim, tokoh pimpinan oposisi di Malaysia, berencana melancong ke beberapa negara sesudah pengadilan Malaysia mengeluarkan putusannya pagi ini. Anwar berencana akan melakukan perjalanan ke India dan Turki. "Saya akan pergi ke Mumbai bersama istri setelah putusan pagi ini," kata Anwar di Kuala Lumpur, 9 Januari 2012.

    Sesudah mengunjungi Mumbay, India, Anwar berencana melancong ke Turki. Di negara itu, ia diundang pemerintah Turki untuk memberi ceramah mengenai "Islam, Kebebasan dan Keadilan" pada 12 Januari 2012.

    Wakil Perdana Menteri Malaysia di era kepemimpinan Mahathir Muhammad tersebut dijerat dengan Pasal 377B Undang-Undang Pidana Malaysia atas dakwaan melakukan hubungan seks abnormal dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan hukuman cambuk.

    Bagi Anwar, tuduhan sodomi yang diajukan oleh asisten pribadinya, Mohd. Saiful Bukhari Azlan, pada 2008, bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada 2000, Anwar divonis bersalah melakukan sodomi terhadap sopir pribadinya, Azizan Abu Bakar. Ia dihukum sembilan tahun penjara, tapi dibebaskan pada 2004.

    Anwar menuding pemerintah Malaysia sengaja merekayasa kasus itu untuk mencoreng citranya. Sementara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membantah tudingan bahwa pihaknya merekayasa kasus tersebut.

    Berbicara kepada wartawan, Anwar mengaku tidak peduli apakah ia dinyatakan bersalah atau tidak. "Selama Pakatan Rakyat dapat mengambil Putera Jaya," ujarnya. Kemenangan Pakatan dalam pemilihan umum menurutnya jauh lebih penting dari kebebasan pribadi.

    Ia mengaku bahwa hasil dari kasus dirinya merupakan sesuatu yang berada di luar kendalinya. Namun, ia menganggap bahwa berdasarkan fakta hukum, ia seharusnya dibebaskan. "Insya Allah saya akan melanjutkan perjuangan," ujarnya.

    ANANDA PUTRI | NEWS.ASIONE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.