Tim Pemantau Suriah Dinilai Gagal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    TEMPO.CO , BEIRUT :-Kehadiran tim pemantau asing dinilai gagal melindungi warga sipil dari aksi kekerasan oleh aparat militer Suriah. Aksi penembakan masih terjadi terhadap demonstran anti-pemerintah.


    Menurut Koordinator Komite Lokal, Senin lalu, sebanyak 20 orang tewas. Dari jumlah yang tewas ini, 11 orang dari provinsi yang bergolak di pusat kota Homs dan tiga orang dari Provinsi Idli, provinsi yang berbatasan dengan Turki. "Liga Arab telah gagal, para pemantau tidak punya pilihan, hanya bisa menyaksikan jalannya rezim negara ini," demikian pernyataan Koordinator Komite Lokal.


    Oposisi Suriah sudah mengingatkan bahwa para peninjau tidak mampu bertindak lebih jauh dalam mengurangi kekerasan. Masuknya peninjau hanya akan menjadi penutup serangan militer Presiden Bashar Assad. Militer memang telah menarik semua tank dan persenjataan berat dari jalan-jalan kota.


    Komite Lokal menyatakan rezim telah menyamarkan prajurit dan perwira militer dari seragam polisi dan tentara. Persenjataan berat telah disembunyikan agar terlihat sesuai dengan rencana Liga Arab.


    Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Elaraby mengatakan misi pemantau telah gagal. Upaya melindungi warga sipil dari serangan dua kelompok ini tidak tercapai. "Jika salah satu terbunuh, misi kami gagal," katanya.


    Ia mengatakan gencatan senjata tidak boleh hanya senjata berat. Ia juga menyeru oposisi dan warga Suriah untuk membantu monitor. "Harus ada gencatan senjata secara menyeluruh," kata Elaraby.


    Pencapaian misi Liga Arab adalah pemerintah Suriah menarik tank dan artileri dari kota dan lingkungan perumahan dan membebaskan sekitar 3.500 tahanan. Selain itu, meningkatkan persediaan makanan dan pemakaman tubuh korban demonstran.


    Rami Abdul-Rahman, peninjau hak asasi manusia, mengatakan pemantau Liga Arab harus jeli mengamati kondisi sebenarnya di Suriah. Meski senjata berat tidak ada di lapangan, ancaman itu masih menyertai rakyat. Elemen lain, menurut dia, adalah verifikasi pembebasan 3.500 tahanan.


    Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe mempertanyakan akses para pemantau Liga Arab. Ia berharap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak tinggal diam dengan kondisi di Suriah setelah menerima laporan dari pemantau. "Apakah pemantau memiliki akses yang luas soal informasi?" katanya.


    PBB memperkirakan lebih dari 5.000 orang telah tewas sejak pemberontakan meletus pada pertengahan Maret 2011.

    AP | XINHUA | THE DAILY STAR | EKO ARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.