Senjata Jadi Hadiah Favorit Natal di Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Aris Andrianto

    Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.CO , Arizona - Warga Amerika mencatat rekor pembelian senjata bulan lalu di tengah meningkatnya popularitas senjata sebagai hadiah Natal.

    Menurut FBI, pemeriksaan latar belakang lebih dari 1,5 juta konsumen telah diminta oleh dealer senjata kepada National Instant Criminal Background Check System selama Desember. Hampir 500.000 dari jumlah itu berlangsung enam hari sebelum Natal.

    Jumlah itu merupakan angka tertinggi yang pernah terjadi dalam satu bulan, melebihi rekor sebelumnya yang dibuat pada bulan November.

    Pada 23 Desember sendiri terjadi 102.222 pemeriksaan latar belakang, membuatnya sebagai hari tersibuk kedua pembelian senjata dalam sejarah.

    Jumlah aktual membeli senjata kemungkinan lebih tinggi jika konsumen membawa pulang lebih dari satu senjata per orang.

    Salah satu penjelasan terhadap lonjakan pembelian senjata itu adalah sebagai respons terhadap perekonomian yang terhenti sehingga orang-orang takut akan gelombang kejahatan. Teori lainnya bahwa pembeli bergegas ke toko senjata karena mereka percaya bahwa aturan senjata api yang lebih ketat akan diperkenalkan di masa depan.

    National Rifle Association mengatakan orang-orang mengkhawatirkan pertahanan diri mereka karena jumlah polisi yang bertugas menurun.

    Seorang juru bicara NRA mengatakan: "Saya pikir ada sebuah kesadaran yang meningkat bahwa ketika sesuatu yang buruk terjadi, itu akan menyisakan mereka dan kriminal."

    Tapi aktivis anti-senjata mengatakan mereka yang sudah memiliki senjata menimbun lebih banyak senjata karena ditakut-takuti oleh pedagang senjata.

    Dave LaRue, dari Legendary Guns di Phoenix, Arizona, mengatakan penjualan Natal naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan penjualan amunisi juga laris.

    "Banyak orang prihatin tentang undang-undang senjata yang tertunda dan mengkhawatirkan pemerintahan saat ini. Orang-orang berpikir persediaan senjata di masa depan akan terbatas dan ada dorongan segera mendapatkannya di saat Anda bisa."

    Rekor penjualan senjata dalam satu hari terjadi pada bulan November, hari setelah Thanksgiving, ketika 129.166 pencarian latar belakang dilakukan terhadap konsumen yang membeli senjata.

    Sejak penembakan anggota kongres Gabrielle Giffords oleh seorang pria gila bersenjata di Tucson, Arizona, Januari lalu, telah terjadi peningkatan permintaan untuk kontrol senjata yang lebih ketat. Giffords selamat meski ditembak di kepala dengan pistol semi-otomatis, sementara enam orang lainnya tewas.

    TELEGRAPH | EZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.