OKI Tolak Intervensi Militer ke Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    Asap mengepul di sudut kota Homs, Suriah. AP/SANA

    TEMPO.CO , Jedah - Organisasi Konferensi Islam (OKI) menolak intervensi militer internasional ke Suriah. Untuk mengakhiri aksi kekerasan di sana, jelas Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, diperlukan usaha untuk mengedepankan perundingan.

    "Kami melihat bencana besar yang bakal terjadi bila ada intervensi militer internasional seperti yang telah terjadi di Irak, Afganistan, Somalia, dan negara-negara lainnya. Oleh sebab itu, sebaiknya niat tersebut dibatalkan dan lebih mengedepankan dialog dan perundingan untuk memecahkan konflik serta menghentikan pertumpahan darah di Suriah," ujar Ihsanoglu.

    Sekjen OKI berjanji akan menyerukan diadakannya reformasi kepemimpinan di Suriah sebagai bentuk implementasi aspirasi masyarakat serta untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara.

    Untuk itu, jelasnya, OKI menunggu hasil pantauan Liga Arab dan tim pencari fakta atas kondisi di sana. "Kami menunggu laporan Liga Arab, setelah itu baru melakukan aksi yanag diperlukan," ujarnya.

    Tim monitor Liga Arab tiba di Suriah, Senin, 2 Januari 2012 malam waktu setempat. Mereka terdiri dari 60 orang yang mulai bekerja pada Selasa, 3 Januari 2012. Untuk pertama kalinya, Suriah mengizinkan tim asing memasuki wilayah negaranya sejak kerusuhan pecah yang telah berlangsung selama sembilan bulan. Akibat demonstrasi menentang Presiden Bashar al-Ashad, menurut catatan PBB, sudah 5.000 orang tewas diterjang peluru aparat.

    ARAB NEWS | CHOIRUL  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.