Rusia Selamatkan Kapal Selam Nuklir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memegang alat dosimeter di Pulau Sakhalin, Rusia. AP/ Sergey Mamontov

    Petugas memegang alat dosimeter di Pulau Sakhalin, Rusia. AP/ Sergey Mamontov

    TEMPO.CO:- Rusia mengklaim sukses mengakhiri kebakaran di sebuah kapal selam nuklir yang tengah dalam perbaikan setelah hampir sehari semalam. Sedikitnya 9 orang terluka memerangi jilatan api yang disebutkan para saksi membubung hingga 10 meter di atas kapal selam Yekaterinbug di pelabuhan Angkatan Laut di kawasan Murmanks.

    "Kebakaran kapal selam telah benar-benar padam," ujar Menteri Kedaruratan Sergei Shoigu setelah dilapori para pejabat yang memimpin upaya penyelamatan, 24 jam setelah letupan meruyak Kamis sore waktu setempat di kapal selam kelas Delta IV tersebut.

    Para pejabat darurat memutuskan menenggelamkan kapal selam berbobot 18 ribu ton dan panjang 167 meter itu di dok Rolsyakovo, salah satu dok utama Armada Utara Rusia, berjarak 1.500 kilometer utara Moskow. Saat terbakar di salah satu bagiannya, Yekaterinburg tengah di dok kering.

    Kremlin menyebutkan Presiden Dmitry Medvedev sudah memerintahkan investigasi atas insiden kapal selam Yekaterinburg.

    Kapal selam bertenaga nuklir yang meluncurkan sebuah misil balistik antarbenua dari Laut Barents pada latihan menembak pada Juli itu bisa membawa 16 rudal balistik, masing-masing dengan empat hulu ledak dan 140 orang kru.

    Juru bicara Kementrian Pertahanan Rusia menyebutkan seluruh senjata di dalamnya telah dipindahkan sebelum diperbaiki dan reaktor nuklirnya telah dimatikan.

    "Indikator radiasi dalam level normal. Tak ada ancaman pada warga lokal," demikian pernyataan Kementerian Kedaruratan kemarin. Reaktor-reaktor kapal selam Rusia memang dibangun tahan terhadap guncangan keras dan suhu tinggi.

    Otoritas Perlindungan Radiasi Norwegia di sepanjang perbatasan kemarin melaporkan belum menemui apa pun radioaktivitas yang meningkat. Namun Gubernur Gunnar Kjoennoey di Finnmark, Provinsi Norwegia bagian utara yang berbatasan dengan Murmanks Oblast, Rusia, kepada siaran NRK kecewa atas tanggapan Rusia. "Ada problem mendapatkan informasi yang jelas dari pihak Rusia."

    REUTER | INTERFAX | AP | DWI A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.