Kremlin Mulai Geser Surkov

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Red Square Moskow. ANTARA/REUTERS/Mikhail Voskresensky

    Red Square Moskow. ANTARA/REUTERS/Mikhail Voskresensky

    TEMPO.CO , Jakarta:MOSCOW - Kremlin menggeser posisi Vladislav Surkov, 47 tahun, arsitek sistem politik tersentralisasi yang dijalankan oleh Perdana Menteri Vladimir Putin selama 12 tahun. Surkov, yang sebelumnya memegang posisi Kepala Deputi Administrasi Kepresidenan, sejak Rabu 28 Desember 2011 mendapat jabatan baru sebagai Deputi Perdana Menteri urusan modernisasi ekonomi.


    Kremlin kemudian menunjuk Vyacheslav Volodin menempati posisi yang ditinggalkan Surkov. Volodin sebelumnya menjabat ketua staf Putin dan bekas pengacara kaya yang berasal dari partai berkuasa, Rusia Bersatu.


    Kelompok oposisi menilai Putin mengorbankan orang kepercayaannya itu untuk menetralkan situasi setelah para pendemo pasca-pemilu parlemen 4 Desember lalu terus mengkritik pemerintahan Putin. "Boneka Utama" Kremlin itu digeser dua bulan sebelum pemilihan Presiden Rusia digelar.


    Upaya Kremlin tersebut dinilai tidak akan banyak memberi dampak bagi kelompok oposisi. "Apa yang terjadi hari ini tidak lebih dari memindahkan orang dari satu kantor ke kantor lainnya," kata Mikhail Prokhorov, orang terkaya ketiga di Rusia yang menuntut Surkov dipecat pada September lalu. "Sedikit perubahan akan terjadi dari pergantian ini."


    Bergesernya posisi Surkov, menurut oposisi, tidak dapat mendorong secara luas perubahan politik. Peristiwa ini dinilai sebagai akhir era pembantu Putin yang sangat berkuasa.


    Putin kemarin menyatakan dia sebenarnya siap berdialog dengan kelompok oposisi. Namun dia tidak tahu siapa yang akan diajak berbicara untuk menanggapi aksi protes terbesar selama 12 tahun memegang kekuasaan. "Dialog harus dilakukan. Dalam bentuk apa? Saya akan memikirkannya," kata Putin.


    | REUTERS | AP | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.