Bom Mobil Tewaskan Empat Tentara AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Baghdad: Empat tentara Amerika Serikat terbunuh dalam sebuah ledakan bom bunuh diri di Karbala, Irak, Sabtu (27/12) siang waktu setempat. Serangan terhadap pasukan koalisi tidak hanya dilakukan dengan bom mobil melainkan juga senjata mesin. Ledakan dan kontak senjata itu sedikitnya melukai 25 orang, dan lima di antaranya mengalami luka serius. Kepada pers, Wakil Direktur Operasi militer Pasukan Koalisi Brigadir Jenderal Kimmit mengatakan bahwa para penyerang berasal dari kelompok teroris. "Mereka telah membunuh rakyat sipil tak berdosa," katanya. Ia berjanji, pihaknya akan melindungi rakyat Irak dari serangan-serangan brutal para teroris tersebut. Sejak penangkapan Irak, Sadam Husein, serangan terhadap pasukan koalisi bukannya malah menurun. Bahkan adakecenderungan gerakan pro-Saddam makin marak dan berani, dengan memperbanyak bom bunuh diri. Namun, hal itu disangkal oleh Kimmits. Menurutnya, intensitas serangan sudah menurun. "Karena itu kami tetap melanjutkan operasi gabungan militer dan sipil bersenjata Irak untuk mengamankan keadaan," ujarnya. Apa yang akan dilakukan jika serangan tetap saja marak? Dengan tegas Kimmits menjawab, "Kami akanmelakukan operasi intelijen." Dan operasi ini berbeda dengan operasi militer yang dilakukan saat ini. "Kamiakan mengirim tim intelijen, dan menangkap atau kalau perlu membunuh pimpinan para teroris itu," katanya.Biasanya, jika pimpinannya terbunuh atau tertangkap, anak buahnya akan berhenti atau menyerah.Kimmits juga mengakui, yang menyerang pasukannya terdiri atas beberapa anasir, bukan hanya kelompokpro-Saddam semata. "Tapi semua tetap saja teroris, karena mereka juga membunuh rakyat sipil tak berdosa,"ujarnya. Itu sebabnya, pihaknya masih akan menunggu, apakah bakal segera melaksanakan operasi intelijen atau tidak. Di Mosul, keadaan juga masih rawan. Seorang anggota Dewan dan anaknya tewas terbunuh. Belum diketahuisiapa pelaku dan apa motifnya. Diduga, mereka adalah kelompok pro-Saddam, mengingat Mosul berada di bawahkekuasaan Kurdistan. Selain itu, dalam konferensi pers Kimmits menyebutkan tentang tertangkapnya pengawal Ouday dan bekas kolonel di zaman Saddam. Namun ia menolak mengungkapkan identitas mereka. Tapi setidaknya, pasukan koalisisudah menangkap lagi 66 orang, 13 diantaranya merupakan target operasi. Rommy Fibri - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.