Putin Menolak Disebut Kaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (kanan). AP /Sergei Karpukhin, Pool

    Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (kanan). AP /Sergei Karpukhin, Pool

    TEMPO.CO , Moskow – Perdana Menteri Rusia Vadimir Putin mengeluarkan dokumen resmi soal harta kekayaannya. Laporan keuangannya dilansir oleh surat kabar pemerintah untuk menangkis gunjingan lawan-lawan politiknya di Negeri Beruang Merah itu.

    Dalam laporan keuangannya, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin disebut hanya berpenghasilan $ 140.000  atau setara dengan Rp 1,26 miliar dalam satu tahun. Itu berarti bekas agen intelijen Rusia, KGB, itu hanya memiliki pendapatan sekitar Rp 200 juta lebih per bulan.

    Rossiyskaya Gazeta, surat kabar pemerintah yang melansir kekayaan Putin mengungkapkan bekas Presiden Rusia itu berhasil meraup gaji senilai 17.730.000 rubel setara US$ 559.100 atau Rp 5 miliar dalam empat tahun terakhir. Segerobak duit itu ia peroleh dari gaji, pensiunannya sebagai agen intelijen KGB, dan bunga dari deposito bank.

    Laporan yang dirilis Kamis lalu itu juga menyebutkan Putin hanya memiliki satu rumah dan sebuah apartemen kecil di kota asalnya, St Petersburg, kota besar lain berjarak 600 kilometer di barat laut Moskow.

    Sebelumnya kekayaan Putin sebagai pemimpin tertinggi Rusia dijadikan fokus gunjingan oleh lawan-lawan politiknya. Isu soal kekayaan menghangat di Rusia menjelang pemilihan presiden pada bulan Maret 2012. Dalam gunjingan politik Rusia, Putin sempat diisukan sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Namun, dengan keluarnya laporan ini, ia mengklarifikasi tuduhan tersebut.

    Deklarasi pendapatan para pejabat top Rusia ini dinilai sinis oleh para kritikus pemerintah. Menurut mereka, pendapatan yang diungkapkan itu bukan nilai yang sebenarnya. Nilai penghasilan itu disebut mustahil sebab Rusia masih masuk dalam kriteria negara paling korup di Kelompok Delapan, kelompok negara-negara maju dunia. Kalau Putin ingin disebut sederhana, bagaimana pemimpin di negara Anda?

    SANDY INDRA PRATAMA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.