Bayi Berkepala Dua Ini Lahir di Brasil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi berkepala dua (opovo.com)

    Bayi berkepala dua (opovo.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Maria de Nazare, perempuan 25 tahun di Para, Brasil, melahirkan anak berkepala dua di sebuah rumah sakit. Bayi itu lahir dengan berat sekitar 4,5 kilogram. Kedua anak yang dianggap kembar itu diberi nama masing-masing Emanoel dan Jesus.

    Bayi itu memiliki organ layaknya anak pada umumnya, kecuali bagian leher ke atas. Ini merupakan bayi berkepala dua kedua yang lahir di Brasil. Sebelumnya, Sueli Ferreira, 27 tahun, melahirkan bayi berkepala dua di Paraiba State, namun meninggal beberapa jam kemudian karena salah satu kepala bayinya kekurangan oksigen.

    Direktur rumah sakit, Claudionor Assis de Vasconcelos, mengatakan sang ibu memutuskan ke rumah sakit setelah merasakan sakit yang luar biasa. Perempuan yang tinggal di pinggiran kota itu tak punya hasil pindaian selama hamil. Dia hanya merasakan kondisi tak normal menjelang proses kelahiran anaknya pada pukul 01.00 tengah malam waktu setempat.

    "Ketika dokter kemudian memindainya, mereka sadar bayi itu memiliki dua kepala dan melahirkan secara normal akan sangat berisiko bagi ibu dan bayi. Cara cesar memakan waktu selama satu jam. Berdasarkan semua persoalan yang kami miliki dan keterbatasan rumah sakit, kami mengatur bagaimana menyelamatkan keduanya. Bagi kami, ini merupakan kejutan besar mengetahui bahwa anak tersebut benar-benar sehat," kata Claudinonor.

    Direktur Rumah Sakit Santa Casa, Neila Dahas, mengatakan, jika kedua otak bayi berfungsi normal, bagaimana dokter dan keluarga akan memilih kepala yang akan dipindah? "Kami tidak mempertimbangkan kemungkinan operasi. Apa yang kami pikirkan sekarang adalah bagaimana memastikan anak pada kondisi baik dan melihat bagaimana mereka berkembang."

    Claudinonor menambahkan, ibu bayi yang sudah punya tiga anak itu menerima kondisi anaknya itu. "Ibu menyuapi makanan dari dua mulut dan bayi tetap bersama dia di ruangan sepanjang waktu. Keinginannya adalah langsung membawa bayi itu pulang."

    Ibu dan bayi itu kemudian dibawa menggunakan ambulans udara kemarin sore ke rumah sakit spesialis di Belem. Bayi itu akan menjalani serangkaian tes. Mereka berharap bayi itu sudah bisa pulang dalam beberapa pekan ke depan.

    OPOVO | TELEGRAPH | DAILYMAIL | PURWANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.