WNI di Filipina Masih Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita memeriksa sebuah kendaraan yang tenggelam di sebuah desa yang dilanda banjir bandang yang disebabkan oleh Topan Washi di Cagayan de Oro, Filipina selatan (18/12). Tim penyelamat mencari lebih dari 100 orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan hampir 500 orang. REUTERS/Erik De Castro

    Seorang wanita memeriksa sebuah kendaraan yang tenggelam di sebuah desa yang dilanda banjir bandang yang disebabkan oleh Topan Washi di Cagayan de Oro, Filipina selatan (18/12). Tim penyelamat mencari lebih dari 100 orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan hampir 500 orang. REUTERS/Erik De Castro

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban badai tropis Washi di sebelah Selatan Filipina. "Tidak ada korban WNI dan tidak ada peringatan untuk WNI pergi ke sana," kata Marty di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 20 Desember 2011.

    Namun pemerintah tetap akan membuka posko untuk mengetahui secara langsung perkembangan pemantauan badai tropis ini. Pewakilan akan dibuka di Davos.

    Pemerintah juga sudah menyatakan kesiapan untuk menambahkan bantuan yang sudah diberikan. Teknis pemberian bantuan saat ini sedang dikelola oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono. "Beberapa pekan lalu sudah dikirimkan US$ 400 ribu saat Filipina dilanda banjir. Kali ini kira juga siap untuk membantu," ujar dia melanjutkan.

    Sedikitnya seribu nyawa melayang disapu banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh badai Washi di sebelah selatan Filipina, pekan lalu. Hari ini Badan Koordinasi Bencana Nasional Filipina (National Disaster Coordinating Council/NDCC) menyatakan sebanyak 857 orang tewas dan 49 lainnya hilang. Hampir seluruh korban berasal dari Kota Cagayan de Oro dan Iligan. Kabar sebelumnya, jumlah korban mencapai 650 orang.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.