Badai Washi Tewaskan Lebih dari 436 Warga Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai tropis Nock-ten (Juaning) menerjang Filipina. AP

    Badai tropis Nock-ten (Juaning) menerjang Filipina. AP

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Korban meninggal akibat bencana badai Washi atau Sendong, yang menyapu wilayah Filipina, sekitar 400 orang dan 200-an lainnya masih hilang.

    Menurut Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina Gwen Pang, sebanyak 20.000 tentara dikerahkan untuk operasi penyelamatan korban di Kepulauan Mindanao. Kerusakan terparah terjadi di Cagayan de Oro dan Iligan. Jumlah korban tewas di Kota Cagayan de Oro dilaporkan 215 orang dan 144 permukiman Kota Iligan hancur.

    Badai itu menghantam wilayah tersebut Sabtu kemarin. Badai dan hujan deras menghancurkan rumah warga. Hujan sepanjang malam diikuti banjir bandang yang menyapu Cagayan dan Iligan. Pejabat Iligan, Lawrence Cruz, menggambarkan banjir bandang menyapu sebagian besar wilayah tersebut.

    "Ini merupakan banjir terburuk dalam sejarah kota kami," kata Cruz kepada stasiun televisi GMA. "Ini terjadi begitu cepat, saat semua orang sedang tidur lelap."

    Akibat bencana ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyampaikan belasungkawanya. Kepada AFP, Hillary mengatakan negaranya siap membantu Filipina.

    "Atas nama Presiden (Barack) Obama dan rakyat Amerika Serikat, saya ingin mengirim belasungkawa saya yang terdalam untuk kehancuran dan kematian akibat banjir dan badai tropis Washi," kata Clinton.

    Diplomat tertinggi AS itu mengatakan "pikiran dan doa kami bersama untuk semua orang yang terkena musibah."

    Presiden Benigno Aquino mengungkapkan keprihatinannya atas tragedi ini. Ia memerintahkan supaya daerah rawan banjir bandang segera dipetakan.

    BBC | CBC | HERALD SUN | PURWANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.