Pesan Natal Paus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Vatikan:Paus Yohanes Paulus II menggunakan misa tengah malam Malam Natal untuk menyampaikan sebuah pesan bagi perdamaian dunia. Menurutnya, sudah terlalu banyak darah yang ditumpahkan akibat konflik yang terjadi di dunia ini. Hal itu dikatakannya di Vatikan, Rabu (24/12) malam, waktu setempat.Sudah terlalu banyak darah yang terus ditumpahkan di bumi! Sudah terlalu banyak kekerasan dan konflik yang merusak kedamaian hidup berdampingan antar sesama bangsa, ucapnya saat misa, yang juga disiarkan secara langsung di 48 negara.Paus, yang sudah berusia 83 tahun dan menderita parkinson itu, akan merayakan tradisi Natal bersama 30 Kardinal. Sekitar 10 ribu peziarah dari berbagai pelosok dunia juga datang berduyun-duyun ke Basilica untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut.Pada kesempatan itu, ia menyampaikan, semoga kekuatan pesan cinta dari Yesus mampu merintangi kekuatan jahat. Semoga cahaya dari kelahiran Yesus menyinari malam di seluruh dunia, ucap Paus sembari memandangi lukisan Yesus kecil di tempat tidur yang berada di St. Peter Basilica.Ia juga menyebutkan, kelahiran Yesus akan membawa sebuah pesan harapan. Dalam kesederhanaanya, Yesus mengajarkan kami untuk mencari kembali makna dari eksistensi manusia. Ia mengajarkan kami untuk hidup tenang, dan berjiwa lurus di muka bumi, ujarnya.Sumber Vatikan mengatakan pada pertengahan hari Kamis ini, Paus akan memberikan pemberkatan urbi et orbi, sebelum menyampaikan pesan singkat akan harapannya demi perdamaian di Timur Tengah dan berakhirnya terorisme. Untuk pertama kalinya sepanjang 26 tahun perayaan Natal sebagai Paus, dan karena beban kerja serta penyakit yang dideritanya, Paus tidak akan merayakan Natal pada 25 Desember pagi. Sebagai penggantinya, sekretaris Vatikan Kardinal Angelo Sodano akan mengambil alih hal tersebut. AFP/Yandhrie Arvian Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.