Kementrian Luar Negeri Singapura: Reaksi Indonesia Sangat Membingungkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Singapura:Reaksi pemerintah RI dalam menanggapi komentar Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew yang menuding Indonesia sebagai sarang teroris sangat membingungkan. "Reaksi Indonesia sangat membingungkan," begitu kata Kementerian Luar Negeri Singapura dalam siaran persnya yang diterima Tempo News Room, Rabu (20/2) petang. Karena itu Kuasa Usaha Kedutaan Besar Singapura, Wong Chow Ming, mendatangi Kantor Departemen Luar Negeri di Pejambon, Jakarta, untuk menjelaskan perihal komentar bekas Perdana Menteri Singapura itu. "Kami datang ke sana setelah menerima telepon dari Departemen Luar Negeri," ujar sumber Tempo News Room di Kedutaan Besar Singapura di Jakarta yang menjelaskan hal ihwal pemanggilan tersebut. Kementerian Luar Negeri Singapura lantas menjelaskan sejumlah fakta dan alasan komentar Lee. Menurut Lee otak dari anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang ditahan masih berada di Indonesia. Bahaya yang dihadapi oleh Singapura hanya bisa hilang jika sarang-sarang pelatihan para anggota Al Qaidah di sekitar Singapura dihancurkan. ”Abu Bakar Bashir, yang memiliki peran sebagai pemimpin jaringan teroris JI di Singapura, telah diketahui tinggal di Solo, Jawa Tengah. Dia bahkan telah memberikan wawancara kepada media dari Singapura dan Indonesia. Tersangka pemimpin jaringan teroris JI lainnya di Singapura, Hambali, juga diketahui pernah berada di Indonesia,” ujar Kementrian Luar Negeri Singapura. Sejumlah fakta ini, ujar Lee, telah diketahui luas dan dilaporkan oleh media internasional dan regional. Bahkan Badan-badan Keamanan Singapura telah menginformasikan kepada rekan kerja mereka dari Indonesia berkaitan dengan adanya jaringan teroris JI di Singapura, “Karena itu reaksi Indonesia sangat membingungkan. ” Di samping itu, menurut Lee, Badan-badan Keamanan Singapura telah bekerjasama dengan pihak intelijen dari Filipina dan Malaysia dalam mencari para tersangka teroris, “Malaysia dan Filipina sejauh ini telah menahan beberapa tersangka teroris." (Widjajanto)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.