1.500 Burung Mati karena Salah Mendarat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Thomas Krumenacker

    REUTERS/Thomas Krumenacker

    TEMPO Interaktif, Utah - Petugas satwa liar membersihkan seribuan burung yang mati dan selamat di lahan parkir di Wal-Mart, Utah, Amerika Serikat. Burung yang sedang bermigrasi ke daerah Meksiko tersebut diduga salah mendarat karena mengira lahan parkir sebagai wilayah perairan.

    Mereka tampaknya mengira daerah padat sekitar Cedar City dan St George sebagai air. “Badai di atas lampu-lampu kota mungkin membingungkan burung-burung tersebut,” ujar Lynn Chamberlain, juru bicara Divisi Sumber Daya Margasatwa Utah.

    Sekitar 1.500 burung Grebe mati dalam insiden Senin malam tersebut. Grabe adalah jenis burung yang tersebar di banyak perairan air tawar dan terkadang mengunjungi laut bila sedang bermigrasi di musim dingin. Tidak hanya membersihkan burung yang mati, petugas juga menyelamatkan sekitar 3.000 burung lainnya untuk dilepaskan ke dalam air dengan menggunakan kotak kardus.

    “Insiden tersebut merupakan sesuatu yang jarang. Tapi bukan berarti tidak pernah terjadi. Ini adalah salah satu yang terbesar,” ujar Chamberlain.

    Menurut Chamberlain, tidak ada laporan mengenai kerusakan properti atau cedera. “Grebes sangat mahir dalam hal terbang, tetapi tidak mahir melakukan lepas landas dari tanah. Hal ini disebabkan kaki mereka diposisikan jauh ke belakang pada tubuh mereka,” ujar Kimball Garrett, Kepala Departemen Ornitologi di Museum Sejarah Alam Los Angeles County. Posisi kaki mereka juga membuat sulit burung tersebut untuk berjalan.

    LA TIMES| CNSNEWS| ANANDA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.